Jerman dan Prancis Lockdown, Bank Sentral Eropa Siap-siap Stimulus

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 30 Okt 2020 17:35 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Bank Sentral Eropa (ECB/Europe Central Bank) mempersiapkan lebih banyak stimulus, mereka bersiap untuk resiko perekonomian karena dua negara dengan kapasitas ekonomi terbesar di kawasan itu mengumumkan untuk melakukan lockdown kembali.

Seperti diketahui, Prancis dan Jerman pada hari Rabu kemarin mengumumkan kembali melakukan lockdwon untuk membendung gelombang kedua infeksi virus Corona.

ECB mengatakan bahwa mereka mau memastikan kondisi pembiayaan tetap menguntungkan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan melawan dampak negatif dari pandemi pada inflasi.

"Informasi yang masuk menandakan bahwa pemulihan ekonomi kawasan euro kehilangan momentum lebih cepat dari yang diharapkan setelah rebound yang kuat namun parsial dan tidak merata dalam aktivitas ekonomi selama bulan-bulan musim panas," kata Presiden ECB Christine Lagarde, dilansir dari CNN, Jumat (30/10/2020).

Bank sentral saat ini sedang menimbang kebijakan untuk menentukan cara terbaik memberikan bantuan ekonomi tambahan. Bank sentral secara luas diperkirakan akan menambahkan uang lebih banyak ke program pembelian aset US$ 1,35 triliun atau sekitar Rp 19.700 triliun (dalam kurs Rp 14.600).

Jumlah itu berada di samping dana pemulihan virus Corona senilai US$ 938 miliar dari Uni Eropa. Jumlah itu memungkinkan negara-negara yang berhutang banyak seperti Italia untuk meminjam uang tanpa bunga.

"ECB telah dengan jelas menunjukkan niatnya untuk memberikan lebih banyak dukungan pada bulan Desember. Pembatasan baru yang diumumkan di Prancis dan Jerman, dan kemungkinan akan direplikasi di tempat lain, mungkin akan membawa ekonomi zona euro ke dalam resesi lain," kata Andrew Kenningham, kepala ekonom Eropa di Capital Economics.

Prancis akan memulai lockdown selama sebulan mulai Senin depan hingga 1 Desember. Bisnis, restoran, dan bar yang tidak penting akan ditutup dan orang-orang hanya akan diizinkan meninggalkan rumah untuk pergi bekerja, merawat kerabat, membuat janji medis, mengunjungi toko bahan makanan atau untuk berolahraga.

Sementara di Jerman, bar, restoran dan kafe akan tutup mulai hari Senin. Teater dan ruang konser akan berhenti beroperasi, begitu pula fasilitas olahraga amatir dan rekreasi. Sekolah akan tetap buka di kedua negara.

Lagarde mengatakan Kamis bahwa langkah lockdown telah memicu kemerosotan ekonomi yang nyata dalam prospek ekonomi jangka pendek. Hal itu membuat rumit proyeksi masa lalu bahwa ekonomi kawasan itu akan terus tumbuh dalam tiga bulan terakhir tahun ini.

"Sulit sekali memprediksi bagaimana bulan Desember akan mengimbangi bulan November. Tapi kami tidak mengharapkan angka bagus untuk November, jelas," kata Lagarde.

Aktivitas bisnis di Eropa sudah menurun sebelum lockdown diumumkan, Indeks Manajer Pembelian terbaru IHS Markit meningkatkan memprediksi ekonomi utama Eropa akan mengalami minus pada kuartal terakhir tahun 2020.

(dna/dna)