UU Cipta Kerja Bikin Karyawan Kontrak Seumur Hidup, Mitos atau Fakta?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 03 Nov 2020 15:45 WIB
Massa demo buruh mulai ramai memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Aksi tersebut dilakukan menolak omnibus law UU Cipta Kerja.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pemerintah baru saja menerbitkan Undang-undang Nomor 11 tentang Cipta Kerja. UU yang baru saja terbit ini langsung digugat buruh karena dianggap merugikan.

Salah satu yang dianggap merugikan ialah hilangnya batas waktu karyawan kontrak atau perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). Hilangnya batas waktu ini membuat buruh khawatir karena karyawan bisa berstatus kontrak seumur hidupnya. Benarkah?

Dalam UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan Pasal 59 Ayat 1 dijelaskan, perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu.

Jenis atau sifat pekerjaan itu yakni (a) pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya, (b) pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 tahun, (c) pekerjaan yang bersifat musiman, atau (d) pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.

Pada Ayat 2 disebutkan, perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap. Kemudian, di Ayat 3 berbunyi perjanjian kerja untuk waktu tertentu dapat diperpanjang atau diperbaharui.

"Perjanjian kerja waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diadakan untuk paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun," bunyi Ayat 4.

Selanjutnya
Halaman
1 2