Berapa Lama Ekonomi RI Bisa Bangkit Bila Resmi Resesi?

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 04 Nov 2020 11:25 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Ekonomi Indonesia sudah dipastikan masuk ke jurang resesi. Berbagai lembaga dunia, termasuk terbaru Presiden Joko Widodo (Jokowi) meramal ekonomi Indonesia di kuartal III-2020 akan kembali terkontraksi -3% lebih.

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan baru besok akan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2020. Pada kuartal II-2020 ekonomi Indonesia sudah tercatat -5,32%, jika kuartal III minus lagi, maka Indonesia resmi resesi.

Ketua Koordinator Tim Kerja Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi, Bambang Widianto mengatakan kuartal III-2020 pertumbuhan ekonomi memang masih negatif, sehingga Indonesia masuk jurang resesi. Namun diharapkan kontraksinya tidak akan lebih dalam dari -5,32%.

"Memang kita mengharapkan di kuartal III-2020 ini kita sudah ada perbaikan walaupun tetap barangkali masih negatif pertumbuhannya di kuartal III-2020," kata Bambang dalam webinar Bulan Mutu Nasional 2020 yang disiarkan melalui YouTube BSN_SNI, Rabu (4/11/2020).

Meski begitu, pemulihan ekonomi Indonesia dipastikan akan cepat atau langsung pada 2021. Hal itu bisa terjadi jika sudah tersedianya vaksin.

"Kita harapkan di 2021 kita telah memiliki kebebasan bergerak yang lebih besar karena adanya vaksin. Kita harapkan ke depannya bergerak dan mudah-mudahan 2021 mulai tumbuh positif dan diharapkan 2022 sudah normal kembali," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Tips JK Selamatkan Ekonomi RI dari Resesi"
[Gambas:Video 20detik]