Besok Pengumuman Pertumbuhan Ekonomi, RI Resmi Resesi?

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 04 Nov 2020 21:10 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) besok akan mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III-2020. Pengumuman ini juga sudah ditunggu banyak khalayak karena sebagai penentu Indonesia masuk jurang resesi atau tidak.

Jika hasilnya minus, maka Indonesia resmi masuk jurang resesi. Sebab, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II sudah minus 5,32%. Sebaliknya, jika realisasinya positif maka Indonesia terbebas dari jurang resesi. Resesi adalah pertumbuhan ekonomi negatif dua kuartal berturut-turut atau lebih.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan estimasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 masih berada di zona negatif. Seiring beberapa komponen kontributor produk domestik bruto (PDB) yang juga masih negatif pertumbuhannya.

"Berdasarkan estimasi kami, untuk kuartal III nanti hampir seluruh komponen PDB masih akan negatif," kata Febrio dalam acara Simposium Nasional Keuangan Negara (SNKN) 2020 secara virtual, Rabu (4/11/2020).

Komponen PDB Indonesia saat ada konsumsi rumah tangga, investasi atau PMTB, konsumsi pemerintah, ekspor, impor. Kontributor terbesar masih dipegang oleh konsumsi rumah tangga.

"Kecuali konsumsi pemerintah yang akan tumbuh signifikan. Hal ini diharapkan mencerminkan bahwa peran belanja pemerintah memang sangat sentral dalam kondisi saat ini," jelasnya.

Kementerian Keuangan telah mengumumkan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran minus 2,9% hingga minus 1% pada kuartal III-2020. Sedangkan untuk keseluruhan tetap negatif di kisaran minus 1,7% sampai minus 0,6%.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meramal ekonomi Indonesia di kuartal III-2020 akan kembali terkontraksi. Dia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 3% di kuartal III-2020.

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuat Sidang Kabinet Paripurna siang ini. Awalnya Jokowi mengingatkan para menterinya untuk menggenjot anggaran belanjanya di sisa tahun ini.

"Saya ingin menyampaikan yang berkaitan dengan kuartal keempat, ini adalah kuartal terakhir. Saya harapkan realisasi belanja kita betul-betul harus berada pada titik yang paling maksimal," tuturnya dilansir dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/11/2020).

(hek/dna)