ADVERTISEMENT

Produk Prancis Disweeping Ormas, Pengusaha Minta Polisi Turun Tangan

Tim Detikcom - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2020 06:59 WIB
Sebuah minimarket di Jakarta menarik produk buatan prancis dari daftar jual. Hal itu dilakukan sebagai buntut kekecewaan atas pernyataan Presiden Prancis.
Foto: Rifkianto Nugroho

Aprindo menyerahkan keputusan pada masing-masing konsumen apakah mau mengikuti seruan boikot tersebut atau tidak.

"Menyoal produk asal Prancis yang ada, kami menghormati keputusan konsumen apakah akan membeli atau tidak atas produk dari Prancis yang dijual di gerai ritel modern. Karena merupakan hak pilihan dan keputusan konsumen atau individu yang menentukan dalam berbelanja," ujar Ketua Umum Aprindo Roy N. Mandey, Rabu (4/11/2020).

Aprindo juga meminta ketegasan dari pihak berwenang agar tidak terjadi aksi yang merugikan masyarakat dan pelaku usaha atas hal yang dilakukan oleh pihak-pihak yang memprovokasi dan cenderung anarkis.

"Aksi ini tidak memberikan suatu manfaat apapun, justru makin membebani perekonomian khususnya sektor perdagangan, yang saat ini sedang diupayakan pemerintah agar dapat terjadi peningkatan dan kestabilan konsumsi rumah tangga sebagai poin kontributor sebesar 57,6% dari produk domestik bruto (PDB), di tengah lesunya demand dan market akibat pelemahan daya beli atau menahan konsumsi di masa pandemi ini," imbuhnya.

Meski begitu pihak yang mendukung sikap pemerintah RI yang tegas mengecam pernyataan Macron. Menurut Aprindo, pernyataan Macron tidak sejalan dengan nilai kesakralan dan simbol agama dan harus segera dihentikan.

"Kami meminta agar pemerintah RI terus aktif berkomunikasi dengan Pemerintah Prancis untuk menindaklanjuti sikap tegas, yang langsung disampaikan Presiden Joko Widodo pada beberapa hari lalu," tuturnya.



Simak Video "Polri Antisipasi Gerakan Sweeping Produk Prancis "
[Gambas:Video 20detik]

(upl/upl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT