Diumumkan Hari Ini, Apa yang Terjadi Ketika RI Resesi?

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2020 10:51 WIB
Pandemi Corona membuat sejumlah negara masuk jurang resesi. Indonesia termasuk yang diprediksi menyusul negara-negara tetangga seperti, Singapura Malaysia hingga Thailand.
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2020. Pengumuman dilaksanakan pukul 11.00 WIB secara virtual.

Meski belum diumumkan, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 masih negatif. Artinya, Indonesia resmi masuk jurang resesi karena ekonomi dua kuartal berturut-turut minus.

Ada sejumlah dampak negatif akibat ekonomi Indonesia mengalami resesi. Menurut Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet, kriminalitas bisa meningkat jika RI resesi.

"Kalau seandainya (ancaman resesi) tidak diselesaikan dalam waktu cepat, misalnya masalah kriminalitas yang meningkat itu bukan tidak mungkin juga bisa terjadi dengan adanya resesi," kata dia saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Kriminalitas bisa meningkat ketika resesi karena lapangan kerja berkurang. Nah, itu membuat pendapatan masyarakat semakin menurun. Ujungnya mereka akan masuk ke kategori masyarakat miskin.

"Jadi dampak buruknya ada potensi penambahan jumlah pengangguran, kemudian meningkatnya angka kemiskinan, dan ada dampak-dampak yang sebenarnya terlihat dampak sosial non ekonomi," sebutnya.

Senada, Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad berpendapat bahwa resesi ekonomi akan menyebabkan lonjakan masyarakat miskin.

"Yang jelas adalah kemiskinan akan meningkat cukup tajam. Nah ini kan agak berat, kemiskinan ini kan ditandai oleh orang yang pendapatannya turun banyak itu mulai terjadi lebih lama dari biasanya," ujarnya kala itu. Dia menambahkan, akan banyak pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat resesi.

(toy/ara)