RI Resmi Resesi, Sri Mulyani: Yang Terburuk Sudah Terlewati

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2020 14:33 WIB
Ketua Pansel mengumumkan hasil seleksi tahap pertama calon Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rabu (8/2/2017). Sebanyak 107 orang dinyatakan lulus tahap pertama.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Ekonomi Indonesia resmi resesi setelah rilis pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 yang ternyata terkontraksi lagi -3,49%. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati justru menilai catatan itu menunjukkan bahwa yang terburuk telah dilalui.

Sri Mulyani menjelaskan, jika dibandingkan ekonomi RI di kuartal II-2020 yang -5,32%, kontraksi ekonomi menunjukkan perbaikan. Dia yakin saat ini ekonomi RI tengah menuju arah perbaikan.

"Hal ini menunjukkan bahwa proses pemulihan ekonomi dan pembalikan arah atau turning point dari aktivitas ekonomi nasional menunjukkan ke arah zona positif. Seluruh komponen pertumbuhan ekonomi baik dari sisi pengeluaran mengalami peningkatan, maupun dari sisi produksi," ucapnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/11/2020).

Menurutnya perbaikan kondisi ekonomi didorong oleh peran stimulus fiskal dalam penanganan pandemi COVID-19 dan program pemulihan ekonomi nasional. Selain itu penyerapan belanja anggaran pemerintah yang didorong lebih cepat dipercaya membantu menggerakan roda ekonomi.

"Penyerapan belanja negara yang mengalami akselerasi atau peningkatan pada triwulan III ini sampai dengan akhir September, yaitu pada periode triwulan ke-3 tumbuh 15,5%. Terutama ditopang oleh realisasi bantuan sosial dan dukungan untuk dunia usaha terutama usaha menengah kecil," terangnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2