Indonesia Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Semua Daerah Minus

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2020 15:14 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indonesia resmi resesi setelah realisasi pertumbuhan kuartal III-2020 berada di zona negatif. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 3,49% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Rendahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia ini juga terlihat dari pertumbuhan seluruh daerah atau pulau di tanah air. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, seluruh daerah pertumbuhan ekonominya minus.

"Dari sisi pertumbuhan ekonomi, seluruh pulau alami kontraksi dengan kedalaman berbeda-beda," kata Suhariyanto dalam video conference, Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Berdasarkan catatan BPS, pertumbuhan ekonomi Jawa minus 4,00%, Sumatera minus 2,22%, Kalimantan minus 4,23%, Sulawesi minus 0,82%, Bali dan Nusa Tenggara minus 6,80%, Maluku dan Papua minus 1,83%.

Pria yang akrab disapa Kecuk ini mengatakan, Jawa dan Sumatera menjadi pulau yang paling besar kontribusinya terhadap perekonomian yaitu sekitar 88%. Di mana masing-masing kontribusinya Jawa sebesar 58,88% dan Sumatera sebesar 21,53%.

Sedangkan pulau lainnya, seperti Kalimantan sebesar 7,70%, Sulawesi sebesar 6,60%, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,93%, Maluku dan Papua sebesar 2,37%.

"Bali dan Nusa Tenggara kontraksi paling dalam minus 6,8%. Sementara di Sulawesi masih alami kontraksi yang paling landai yaitu 0,82%," katanya.

"Jika disimpulkan, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2020 ini secara yoy kontraksi minus 3,49%, tidak sedalam triwulan II, dibandingkan dengan triwulan II-2020 qtq menunjukkan arah positif di mana tumbuh 5,05%," tambahnya.



Simak Video "Kebiasaan Menabung Memperlambat Pemulihan Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/zlf)