Mau Investasi Aman di Tengah Resesi? Ini Rekomendasinya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2020 14:40 WIB
Mempersiapkan Dompet Untuk Menghadapi Badai Resesi di Indonesia
Ilustrasi/Foto: ABC Australia
Jakarta -

Indonesia resmi resesi. Pertumbuhan ekonomi di kuartal III minus 3,49%, alias kembali mengalami kontraksi seperti yang terjadi pada kuartal sebelumnya.

Resesi tentu bisa mengancam pendapatan masyarakat. Investasi bisa jadi solusinya. Perencana keuangan Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menyampaikan ada beberapa instrumen investasi yang aman bisa dilakukan selama resesi.

Menurutnya, investasi yang aman adalah pada instrumen yang berisiko rendah, modalnya murah, dan mudah dicairkan. Dia mencontohkan bisa logam mulia, obligasi, tabungan deposito, hingga reksa dana.

"Di tengah kondisi begini harus cari instrumen yang beresiko rendah dan mudah dicairkan. Bisa logam mulia, atau kalau suka produk keuangan ke obligasi atau deposito, bisa juga ke reksa dana pasar saham," kata Andy kepada detikcom, Kamis (5/11/2020).

Instrumen paling disarankan Andy adalah kombinasi investasi antara reksa dana dan logam mulia. Menurutnya, dua instrumen itu mudah, murah, dan risikonya rendah.

"Kalau saya sih lebih baik ke logam mulia dikombinasikan dengan reksa dana. Kan ini emas harganya kemungkinan naik terus, reksa dana pasar saham juga sama imbal hasilnya bagus," kata Andy.

Bagi yang sama sekali tidak ingin mengambil investasi yang beresiko, Andy menyarankan untuk mengarahkan uangnya ke deposito dan obligasi. Hanya saja untuk instrumen ini harus dipastikan niat investasinya untuk jangka panjang.

Pasalnya waktu yang dibutuhkan agar instrumen tersebut bisa dicairkan cukup lama. Selain itu, modal awalnya juga cukup besar.

"Jadi kalau dia punya dana nganggur dan mau diparkir lama, terus dia nggak mau investasi yang beresiko bisa aja ke situ," ujar Andy.

Namun, sebelum melakukan investasi, Andy mengatakan setiao orang perlu mengukur kebutuhan dan kemampuannya. Kalau memang dalam sedang sulit jangan paksakan untuk berinvestasi, ada baiknya kalau ada uang lebih ditabung saja.

"Semua kembali ke kemampuan masing-masing ya, kalau memang ada isu keuangan kayak habis kena PHK atau bisnis shutdown, ditabung dulu aja. Agar mudah digunakan kalau ada keadaan darurat," ujar Andy.

(eds/eds)