Biar Kuat Hadapi Resesi, Masyarakat Perlu Siapkan Ini

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2020 11:06 WIB
Pandemi virus Corona membuat dunia usaha babak belur.  COVID-19 juga diproyeksi mendatangkan malapetaka pada ekonomi Indonesia, bahkan dunia.
Ilustrasi/Foto: Antara Foto
Jakarta -

Resesi sudah di depan mata. Menurut prediksi Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 masih negatif. Artinya, Indonesia masuk jurang resesi karena ekonomi dua kuartal berturut-turut minus.

Namun pengumuman resminya akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini. BPS akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2020 pukul 11.00 WIB secara virtual.

Terkontraksinya perekonomian Indonesia sepanjang dua kuartal menimbulkan dampak negatif. Namun hal itu dapat diminimalkan bila kita mempersiapkan sejumlah hal.

Pertama, menurut Perencana Keuangan Zelts Consulting, Ahmad Gozali, hal utama yang perlu disiapkan oleh masyarakat adalah dana cadangan yang mudah dicairkan dalam jumlah yang memadai.

Porsi idealnya, setiap keluarga wajib menyimpan dana cadangan sebanyak 3-12 bulan pengeluaran. Tujuannya untuk jaga-jaga apabila terjadi badai PHK atau pemotongan gaji.

"Dana likuid ini untuk cadangan pengeluaran jika terjadi masalah dengan penghasilan. Saya sarankan agar tiap keluarga punya dana cadangan setara dengan 3 sampai 12 kali pengeluaran bulanan. Sebab, lapangan kerja akan semakin sulit mengingat aktivitas ekonomi menurun," kata Ahmad kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2