Inggris Lockdown Lagi, Supermarket Ini Tutup 430 Toko-PHK 3.500 Karyawan

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2020 16:32 WIB
People dine outside on a street in central London, Saturday, Oct. 31, 2020. Earlier Saturday British Prime Minister Boris Johnson announced England will start a monthlong lockdown next week. Johnson says the new measures will begin Thursday and last until Dec. 2. (AP Photo/Alberto Pezzali, Pool)
Foto: AP/Alberto Pezzali
Jakarta -

Supermarket terbesar kedua di Inggris, Sainsbury's mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 3.500 karyawannya. Terutama karyawan di anak usahanya Argos yang dibeli pada 2016 lalu.

Perusahaan juga akan menutup sekitar 420 toko Argos pada Maret 2024. Namun, perusahaan akan membuka 150 gerai Sainsbury's baru.

Selama setengah tahun ini perusahaan telah membukukan kerugian sebesar 137 juta poundsterling. Hal itu disebabkan oleh penutupan dan perubahan pasar yang menurunkan pendapatan perusahaan.

PHK dan penutupan toko dilakukan sebab Inggris telah resmi lockdown untuk kedua kalinya. Namun, Sainsbury mengatakan perusahaan akan melakukan tranformasi cepat untuk meningkatkan penjualan online dan digitalnya.

Sainsbury's mengatakan 120 toko Argos yang berdiri sendiri yang belum dibuka kembali sejak ditutup pada Maret lalu sekarang akan ditutup secara permanen.

"Kami berbicara dengan rekan kerja hari ini tentang di mana perusahaan akan menutup toko mandiri Argos dan konter makanan yang akan berdampak pada pekerjaan mereka," kata Kepala Eksekutif Sainsbury Simon Roberts, dikutip dari BBC, Kamis (5/11/2020).

Roberts memastikan perusahaan akan bekerja keras memperbanyak lowongan pekerjaan. Diperkirakan akhir tahun ini, Sainsbury akan menciptakan 6.000 lapangan kerja secara keseluruhan.



Simak Video "Lockdown Terbatas di Inggris Diperpanjang Imbas Covid-19 Varian Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)