Hari Ini Indonesia Resmi Resesi, Terakhir Kali 22 Tahun Lalu

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2020 16:44 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indonesia resmi resesi lagi setelah sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1998 atau 22 tahun lalu. Indonesia resesi karena realisasi pertumbuhan ekonominya minus 3,49% di kuartal III-2020.

Resesi adalah pertumbuhan ekonomi negatif dua kuartal berturut-turut atau lebih. Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 adalah minus 5,32%

"Terakhir kita mengalami resesi pada tahun 1998/1999 saat mengalami krisis ekonomi," kata pengamat ekonomi Piter Abdullah saat dihubungi detikcom, Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Berdasarkan data yang dimiliki detikcom, realisasi ekonomi pada kuartal II-1998 yang pertumbuhan ekonomi nasional minus 13,34%. Sementara kuartal I-1998 realisasinya minus 4,49%, Tidak berhenti di situ, realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III-1998 pun masih minus 16,00%, dan kuartal IV-1998 pun minus 18,26%.

Pertumbuhan ekonomi nasional masih berada di zona negatif pada kuartal I-1999 yang realisasinya minus 6,13%. Setelah itu, ekonomi nasional mulai tumbuh positif hingga pada akhirnya kembali negatif di kuartal II-2020 dan kuartal III-2020.

Piter mengatakan salah satu upaya yang bisa mengembalikan ekonomi nasional ke zona negatif adalah menyelesaikan masalah Corona. Sebab, anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) khususnya klaster perlindungan sosial hanya mampu menahan atau menjaga daya beli kelompok bawah saja.

"Selama masih ada pandemi konsumsi sudah bisa dipastikan masih kontraksi, utamanya karena kelompok menengah atas masih menahan konsumsi," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Donny Alamsyah Ungkapkan Kerinduannya Salat Berjemaah di Masjid"
[Gambas:Video 20detik]