Apa Bedanya Resesi, Krisis, dan Depresi Ekonomi?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 06 Nov 2020 07:15 WIB
Resesi Adalah
Ilustrasi/Foto: Resesi Adalah (Tim Infografis: Zaki Alfarabi/detikcom)
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 tercatat minus 3,49%. Ini artinya Indonesia resmi masuk ke jurang resesi.

Masih ada beberapa kondisi menakutkan untuk perekonomian yaitu krisis dan depresi ekonomi. Apa ya beda ketiganya?

Dari catatan detikcom, resesi ekonomi adalah saat produk domestik bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi di suatu negara negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Resesi akan berdampak pada berkurangnya lapangan pekerjaan dan meningkatnya angka kemiskinan.


Lalu krisis ekonomi adalah kondisi ekonomi yang menurun drastis di sebuah negara. Penyebabnya adalah fundamental ekonomi yang rapuh. Hal ini tercermin dari laju inflasi yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang macet.

Penyebabnya juga dikarenakan beban utang luar negeri yang melimpah dan melebihi kemampuan bayar, investasi yang tidak efisien, defisit neraca pembayaran yang besar dan tidak terkontrol.

"Sementara krisis ekonomi sendiri dipahami sebagai adanya shock pada sistem perekonomian di suatu negara yang menyebabkan adanya kontraksi pada instrumen perekonomian di negara tersebut, seperti nilai aset ataupun harga," kata Vice President Economist PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede.

Selanjutnya
Halaman
1 2