G20 Bakal Bahas Keringanan Utang Negara Miskin, Mau Diperpanjang?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 06 Nov 2020 12:53 WIB
Jokowi di KTT G20 (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Jokowi di KTT G20 (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Keuangan Jepang Taro Aso membeberkan rencana negara-negara G20 yang akan menggelar pertemuan untuk membahas program keringanan utang dari G20 yang bernama Debt Service Suspension Initiative (DSSI).

Dilansir dari Reuters, Jumat (6/11/2020), pertemuan itu akan digelar pada 13 November mendatang, yang akan dihadiri oleh menteri-menteri keuangan dari negara-negara G20.

"Membagi beban secara adil di antara pemberi pinjaman itu penting," kata Aso dalam konferensi pers usai pertemuan kabinet.

Sebelumnya, beberapa negara kreditor G20 enggan untuk memperluas dan memperpanjang satu tahun lagi keringanan pembayaran utang kepada negara-negara termiskin di dunia. Sebelumnya keringanan itu diberikan karena pandemi virus Corona. Dengan begitu kemungkinan keringanan ini hanya berlaku 6 bulan.

Presiden Bank Dunia David Malpass mengungkapkan, bahwa negara kreditor G20 belum menyepakati tentang usulan dari Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF) untuk perpanjangan selama setahun inisiatif penangguhan layanan utang G20.

"Saya pikir mungkin ada kompromi yang mungkin perpanjangan selama enam bulan (dan) dapat diperpanjang tergantung pada keberlanjutan utang," kata Malpass usai melakukan pertemuan tahunan virtual Bank Dunia dan IMF, dilansir dari Reuters, Selasa (13/10/2020).

Adapun program DSSI itu diluncurkan pada Mei lalu, yang memungkinkan negara-negara miskin menangguhkan pembayaran utang bilateral resmi kepada negara-negara kreditor G20 hingga akhir 2020. Menurut Bank Dunia, inisiatif itu telah membebaskan utang hingga US$ 5 miliar bagi negara miskin untuk melawan pandemi COVID-19.

(eds/eds)