Biden Bisa Akhiri Perang Dagang, Pabrik dari China Batal Pindah ke RI?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 09 Nov 2020 10:56 WIB
Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden speaks, Friday, Nov. 6, 2020, in Wilmington, Del., as Democratic vice presidential candidate Sen. Kamala Harris, D-Calif., listens. (AP Photo/Carolyn Kaster)
Foto: AP/Carolyn Kaster
Jakarta -

Kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat (AS) membuat banyak negara lega. Banyak yang percaya, kemenangan Biden akan meredakan perang dagang antara AS dan China.

Namun, ada kekhawatiran muncul. Meredanya perang dagang ini akan berdampak pada terhambatnya relokasi pabrik-pabrik dari China ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Benarkah demikian?

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad berpandangan, Biden tak akan meneruskan kebijakan Trump yang berperang dengan China melalui tarif. Menurutnya, Joe Biden akan melawan China dengan cara lain.

"Nah ke depan Biden justru akan berkoalisi dengan banyak negara-negara lain termasuk Uni Eropa untuk melawan China dengan non tariff measure terutama dengan isu transfer teknologi dan juga hak kekayaan intelektual, lebih halus tapi prosesnya lebih panjang," katanya kepada detikcom, Senin (9/11/2020).

Meski demikian, dia bilang, bukan berarti perang dagang hilang. Sebab, sisa-sisa kebijakan Trump masih ada. Namun, perang dagang antara AS dan China mereda.

Di sisi lain, ia melihat dari pernyataan maupun sikap politik Joe Biden yang berusaha mendorong ekonomi domestik. Artinya, ada kecenderungan Biden akan menarik investasi-investasi AS 'pulang kampung'.

Apakah ini jadi kabar buruk buat Indonesia? Lihat di halaman selanjutnya.