Diperpanjang, Program Kartu Prakerja Berlanjut ke 2021

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 10 Nov 2020 07:50 WIB
Ilustrasi Kartu Pra Kerja
Foto: Ilustrasi Kartu Pra Kerja (Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Jakarta -

Pemerintah mau memperpanjang beberapa program pemulihan ekonomi hingga ke kuartal I-2021. Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, hal ini dilakukan untuk menunjang daya beli masyarakat.

Salah satu program pemulihan ekonomi dari COVID-19 yang akan diperpanjang salah satunya adalah program Kartu Prakerja.

"Beberapa program pemulihan ekonomi apakah terkait program KUR atau subsidi lainnya akan dilanjutkan di kuartal I 2021. Support daya beli tetap dilakukan di 2021, subsidi KUR dan kartu Prakerja. Ini akan berikan nafas buat masyarakat menjaga daya beli yang ada," ujar Airlangga dalam konferensi pers BNPB, Senin (9/11/2020).

Airlangga juga menjelaskan Kartu Prakerja sendiri menjadi program unggulan yang digulirkan pemerintah untuk membantu korban PHK dan para pekerja yang mesti dirumahkan.

"Terkait korban PHK dan yang dirumahkan pemerintah kan sudah sediakan Kartu Prakerja. Kemarin baru dibuka gelombang 11 sudah 4,7 juta yang mendaftar," ujar Airlangga.

Sebagai informasi, program ini memberikan manfaat sebesar Rp 3.550.000 kepada setiap pesertanya. Namun, insentif cair setelah peserta melakukan pelatihan.

Rincian insentifnya sendiri adalah bantuan pelatihan sebesar Rp1.000.000, insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150.000.

Airlangga juga mengatakan masih ada program keringanan yang akan lanjut ke 2021. Apa itu?