Airlangga Masih Yakin Ekonomi Tumbuh Positif Tahun Ini

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 11 Nov 2020 16:09 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto: Dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Ekonomi Indonesia telah menyandang predikat resesi setelah rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 yang kembali terkontraksi. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto masih yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih bisa positif atau minimal 0%.

Airlangga menilai, meski pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terkontraksi, namun ada perbaikan di setiap kuartalnya. Seperti diketahui ekonomi RI di kuartal II-2020 -5,32% lalu di kuartal III-2020 -3,49%.

Oleh karena itu dia masih yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun bisa positif. Setidaknya menurut dia pertumbuhan ekonomi RI 2020 bisa flat atau 0%.

"Kalau kita lihat secara kuartal, dari kuartal II menjadi kuartal III itu ada kenaikan 5,05%, sehingga tentunya kita berharap bahwa ke depan dengan mempertahankan tren pertumbuhan kuartal ke kuartal kita berharap di akhir tahun arahnya menuju 0 atau bisa positif," ucapnya dalam acara Indonesia Fintech Summit 2020 yang digelar secara virtual, Rabu (11/11/2020).

Perbaikan ekonomi itu tidak lepas dari upaya untuk menyelesaikan akar masalahnya yakni pandemi COVID-19. Pemerintah sendiri akhir tahun ini menargetkan sudah bisa melakukan vaksinasi, sehingga roda ekonomi bisa kembali berputar karena masyarakat tak khawatir lagi beraktivitas.

"Pemerintah sudah mengeluarkan peta jalan pelaksanaan vaksinasi atau imunisasi melalui Perpres Nomor 99 Tahun 2020. Nah ini tentunya kita berharap bawah ini bisa mendorong kepercayaan masyarakat untuk melakukan aktivitas di luar rumah," ucapnya.

Meski begitu, Airlangga menilai penanganan wabah COVID-19 di Indonesia terbilang cukup baik. Hal itu terlihat dari tingkat kesembuhan kasus COVID-19 yang lebih tinggi dari rata-rata global

"Kita tahu bahwa kasus pandemi COVID-19 secara global telah menembus angka 50 juta dan terus meningkat dan Indonesia Alhamdulillah tingkat recovery rate-nya 84,5% dan ini lebih tinggi daripada rata-rata tingkat global," terangnya.

(das/ara)