Harap Tenang, Bos BI Ramal Rupiah Masih Bakal Terus Menguat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 12 Nov 2020 16:15 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih berada di level Rp 14.100. Dolar AS sempat tersungkur dari level Rp 14.500an hingga ke Rp 14.119 pada Sabtu pekan lalu.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi bisa terus menguat. Hal ini terpilihnya Joe Biden menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) mengalahkan Donald Trump.

Dari data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) dolar AS tercatat di level Rp 14.187.

"Kami melihat nilai tukar masih berpotensi menguat. Kami melihat bahwa level sekarang secara fundamental masih undervalued," kata Perry dalam rapat virtual dengan DPR, Kamis (12/11/2020).

Dia menjelaskan penguatan rupiah dinilai masih akan berlangsung karena melihat inflasi dan defisit transaksi berjalan yang rendah saat ini.

Perry mengungkapkan daya tarik aset keuangan domestik dinilai masih sangat baik bagi investor. Dengan demikian, aliran dana asing yang masuk bisa terus bertambah pula.

"BI akan perkuat kebijakan stabilitas nilai tukar rupiah agar mendukung pemulihan ekonomi Indonesia," jelas dia.

Menurut Perry indikator risiko di pasar keuangan juga mulai mereda, seperti Credit Default Swap (CDS) yang di posisi 73 dan VIX Index di posisi 26 meskipun ketidakpastian pasar keuangan masih tinggi.

"Di pasar keuangan global juga ketidakpastian mulai turun meski tetap tinggi karena faktor geopolitik dan second wave Pandemi COVID. VIX dan CDS turun terutama di bulan-bulan November setelah pemilu di AS," imbuh dia.

(kil/zlf)