Makin Mesra, RI Mau Manjakan Investor dari Korsel

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2020 10:07 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kiri) disaksikan Presiden Jokowi (kedua kiri) menandatangai nota kesepahaman investasi dengan Presiden dan CEO President Lee Won-hee (kanan) disaksikan Hyundai Motor Group Executive Vice Chairman Chung Euisun (2 dari kanan) di Pabrik Hyundai, Ulsan, Korea Selatan.
Foto: dok. BKPM
Jakarta -

Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan bisnis. Hal itu dilakukan untuk kolaborasi menciptakan strategi mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi virus Corona (COVID-19).

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, bertemu dengan Menteri Perindustrian Korea Selatan Sung Yun-mo di Seoul, Korea Selatan. Bahlil mengatakan pentingnya percepatan dalam menjaga dan menarik investor di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini.

Salah satu caranya yakni akan memfasilitasi investor Korsel yang masuk ke Indonesia. Investor tinggal datang membawa modal dan teknologi, sedangkan masalah lahan dan perizinan akan didukung penuh oleh pemerintah Indonesia.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, Indonesia harus bergerak cepat menuju transformasi ekonomi. Inilah momentum untuk membangun industri-industri yang menciptakan nilai tambah. Dan Korea Selatan menjadi salah satu mitra strategis Indonesia dalam mewujudkan hal tersebut," kata Bahlil dalam keterangan resmi yang dikutip detikcom, Jumat (13/11/2020).

Kedua menteri juga membahas perbaikan iklim usaha untuk perusahaan-perusahaan Korsel yang berinvestasi di Indonesia seperti di industri baja, kimia, mobil, dan tekstil.

"Kami menilai Indonesia semakin baik dalam membangun iklim usaha yang menguntungkan kedua belah pihak," ujar Sun Yung-mo.

Selanjutnya
Halaman
1 2