Amazon Digugat Mantan Pekerja

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2020 10:27 WIB
Logo Amazon (AFP Photo)
Foto: Logo Amazon (AFP Photo)
Jakarta -

Raksasa e-commerce Amazon digugat oleh salah satu pekerja yang telah dipecat, Christian Smalls. Ia menggugat Amazon karena dianggap telah melanggar UU Hak Sipil Federal dalam memecatnya dan memiliki pola kerja tidak aman di masa pandemi COVID-19.

Dikutip dari CNN, Jumat (13/11/2020) gugatan itu diajukan ke pengadilan distrik AS di Distrik Timur New York. Gugatan itu juga berisi tuntutan kompensasi untuk Smalls dan menuntut perlindungan untuk pekerja yang masih bekerja, mengingat saat ini terjadi lonjakan permintaan yang luar biasa.

Gugatan tersebut menjadi tanda bagaimana penanganan Amazon dalam melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja di masa pandemi. Oktober lalu 20 ribu pekerja Amazon dikonfirmasi telah positif COVID-19, hal ini juga menjadi tanda tingginya penularan virus di gudang Amazon. Namun, sebelumnya Amazon telah menegaskan bahwa perusahaannya telah meningkatkan aturan protokol kesehatan.

Smalls dipecat Amazon awal tahun ini setelah mengorganisir protes di JFK8, Staten Island. Protes yang dilakukan Smalls dan massa untuk menuntut penanganan pekerja selama pandemi.

Padahal berdasarkan laporan Amazon, saat itu Smalls harusnya dalam masa karantina karena diketahui telah berinteraksi dengan kasus positif COVID-19. Saat Smalls datang dengan masa untuk memprotes, dia telah melanggar aturan dan membawa risiko kesehatan, dari sanalah alasan mengapa Smalls dipecat.

"Kami memberhentikan Smalls karena membahayakan kesehatan dan keselamatan orang lain dan melanggar ketentuan pekerjaannya," kata juru bicara Amazon Lisa Levandowski.

Smalls bukan satu-satunya pekerja Amazon yang mengeluh tentang kondisi kerja yang aman. Karyawan Amazon di seluruh negeri telah melakukan protes dan petisi tertulis. Jaksa Agung New York Letitia James telah meluncurkan penyelidikan.

(ara/ara)