Amazon Tuduh Reliance Pakai Orang 'Dalam' Beli Aset Future Group

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 11 Nov 2020 21:20 WIB
Logo Amazon (AFP Photo)
Foto: Logo Amazon (AFP Photo)
Jakarta -

Perusahaan raksasa Amerika Serikat (AS), Amazon menekan Dewan Sekuritas dan Bursa India (SEBI) untuk meninjau kembali kesepakatan Reliance yang membeli perusahaan ritel, logistik, dan aset lainnya termasuk utang dari Future Group senilai US$ 3,4 miliar.

Amazon berpendapat pihaknya sudah memiliki perjanjian pada tahun 2019 dengan Future Group mengenai penjualan aset ritel grup ke pihak tertentu termasuk Reliance Industries Ltd yang dipimpin oleh orang terkaya di Asia, Mukesh Ambani.

Mengutip Reuters, Rabu (11/11/2020), Amazon mengirim surat kepada SEBI yang diberikan arbitrator SIngapura untuk memblokir kesepakatan pada 8 November 2020. Surat tersebut menuduh Future Retail mengungkapkan rincian harga kepada Reliance.

Perselisihan itu diawasi ketat dan sebagai ujian utama bagi perusahaan, pengadilan, dan regulator India apakah akan menghormati keputusan arbitrase yang dibuat sesuai dengan aturan.

Perintah itu diberikan pada hari Minggu (25/10) dan media melaporkan Amazon menyambut baik keputusan tersebut. Pihak Reliance mengaku sudah diberitahu tentang perintah arbitrase dan akan menegakkan haknya untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Future tanpa penundaan.

Pengajuan pada tanggal 25 Oktober ini dalam surat setebal 20 halaman, menurut Amazon menunjukkan bahwa kelompok Ambani mengetahui 'sensitif harga' dari perintah tersebut.

"Grup Ambani bukan pihak dalam proses arbitrase, dan bisa saja menerima detail terkait hanya dari FRL (Future Retail) atau promotornya," kata surat itu.

Seorang juru bicara Future Group menyangkal tuduhan yang dibuat dalam surat tersebut dan berita tentang perintah itu berada di domain publik.

(hek/dna)