Penyuntik Dana Terbesar Kampanye Trump Positif Corona

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2020 13:58 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Miliarder sekaligus pemilik perusahaan Uline dan pendonor dana terbesar untuk kubu Donald Trump positif COVID-19. Liz Uihlein dan suaminya Dick Uihlien adalah pendukung utama Trump selama kampanye pilpres AS 2020.

"Dick dan saya dinyatakan positif COVID-19. Setelah berbulan-bulan yang panjang ini, saya pikir kami tidak akan pernah terinfeksi," kata Presiden dan CEO Uline, Liz Uihlein dikutip dari CNBC, Jumat (13/11/2020).

Sebelumnya mereka vokal mengkritik pembatasan nasional (lockdown) di tengah pandemi COVID-19. Juru bicara Uline mengatakan bahawa Liz dan Dick terinfeksi karena tertular oleh temannya.

Juru bicara juga mengatakan baik Liz maupun Dick tidak menghadiri acara di Gedung Putih pada 3 November lalu. Tetapi sejak itu, beberapa orang yang menghadiri acara itu dinyatakan positif COVID-19.

Di antaranya, kepala staf Gedung Putih Mark Meadows, penasihat kampanye Trump Corey Lewandowski, Sekretaris Pembangunan Perkotaan dan Perumahan Dr. Ben Carson, aktivis konservatif David Bossie, dan Direktur Urusan Politik Gedung Putih Brian Jack.

Uihlein, yang berusia 70-an, diberi peringkat oleh situs pelacakan donasi OpenSecrets.org sebagai donor terbesar kelima di AS setelah menyumbang US$ 62,8 juta untuk dana politik. Pada 2018, Uihlein juga pernah menyumbangkan hampir US$ 40 juta.

Sejak awal pandemi Liz Uihlein orang yang sering tidak setuju berbagai kebijakan dalam menahan penularan COVID-19. Liz Uihlein, dalam wawancara dengan surat kabar The Guardian pun mengkritik perintah tinggal di rumah yang dikeluarkan pada minggu-minggu awal pandemi di AS. Sebab menurutnya hal itu berlebihan.

Pada Agustus lalu, Liz Uihlein dilaporkan diberikan pembebasan dari karantina wajib selama dua minggu di Kanada. Saat itu dia terbang dengan jet pribadi untuk mengunjungi kantor dan gudang Uline.

Seorang juru bicara perusahaan mengatakan bahwa Liz Uihlein dan dua eksekutif perusahaan diberi pengecualian resmi dari peraturan tersebut, yang telah berlaku sejak Maret.

Menteri Keamanan Publik Kanada kemudian mengonfirmasi bahwa keputusan untuk mengizinkan eksekutif Uline mengunjungi tanpa karantina dibuat oleh petugas Badan Layanan Perbatasan Kanada.

(ara/ara)