Bisnis Layanan Streaming Jadi Penyelamat Disney

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2020 21:15 WIB
Disney Plus Hotstar
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Disney+ telah menjadi penyelamat Disney. Bisnis layanan streaming itu berhasil menjaring hampir 74 juta pelanggan, yang melampaui perkiraan banyak pihak.

Melansir CNN, Jumat (13/11/2020), saham Disney terimbas dengan naik sebesar 5%. Wall Street sepertinya menaruh perhatian kepada perusahaan yang tengah berjuang berdiri di tengah hantaman pandemi COVID-19.

Platform streaming adalah satu-satunya secercah harapan bagi Disney. Tahun ini perusahaan sudah sangat terpukul oleh pandemi.

Menurut laporan keuangan perusahaan terakhir pendapatan Disney mencapai US$ 65,3 miliar. Angka itu turun 6% dari tahun lalu.

Disney pun merugi US$ 2,8 miliar. Capaian itu berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya yang mana perusahaan berhasil mengantongi laba US$ 10,4 miliar.

"Bahkan dengan gangguan yang disebabkan oleh COVID-19, kami dapat mengelola bisnis kami secara efektif sambil juga mengambil langkah-langkah yang berani untuk memposisikan perusahaan kami untuk pertumbuhan jangka panjang yang lebih besar," kata Bob Chapek, CEO Disney.

Disney +, yang merayakan ulang tahun pertamanya pada hari Kamis kemarin, telah menjadi sekoci bagi Disney di tahun yang mengerikan ini. Perusahaan telah tutup berbulan-bulan sebelum akhirnya buka kembali dengan kapasitas yang terbatas. Sementara unit studio blockbuster terpaksa harus menunda peluncuran film ke tahun depan.

Namun, Disney + tidak melambat, dan Disney memastikan bahwa perusahaan terus berinvestasi ke dalam bisnis streaming.

Disney pada hari Kamis mengumumkan bahwa mereka tidak akan membagikan dividen tunai untuk paruh kedua tahun ini. Hal itu bukan hanya disebabkan dampak dari pandemi tapi juga perusahaan lebih memprioritaskan investasi dalam inisiatif langsung ke konsumennya.

Jauh dari pertumbuhan Disney +, taman Disney juga menjadi sorotan. Divisi ini terpukul lebih keras daripada unit lain di kerajaan media Disney yang menyebabkan PHK besar-besaran.

"Dampak merugikan yang paling signifikan dalam kuartal dan tahun ini dari COVID-19 masing-masing adalah sekitar US$ 2,4 miliar dan US$ 6,9 miliar, pada pendapatan operasional di segmen taman hiburan dan produk kami karena pendapatan yang hilang akibat penutupan atau pengurangan operasi," kata perusahaan.

Disney mengumumkan bahwa Disneyland, taman utama perusahaan di California yang telah ditutup sejak Maret, akan tetap tutup setidaknya hingga akhir kuartal fiskal pertama tahun 2021.

(das/dna)