Terendus Aroma Monopoli di Balik Ekspor Benih Lobster, KKP Buka Suara

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Sabtu, 14 Nov 2020 09:30 WIB
Petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta gagalkan penyelundupan benih lobster. Jutaan benih lobster itu akan diselundupkan ke Vietnam.
Foto: Grandyos Zafna: Benih lobster
Jakarta -

Dugaan praktik monopoli ekspor benih lobster terendus Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Praktik tersebut berlangsung di perusahaan pengiriman logistik ekspor benih lobster.

Sebelumnya, juru bicara sekaligus komisioner KPPU Guntur Saragih mengungkapkan praktik monopoli ekspor benih lobster. Tepatnya, terjadi pada proses pengiriman ekspor benih lobster ke luar negeri.

Menurutnya, monopoli dilakukan oleh salah satu perusahaan jasa pengiriman logistik alias forwarding.

"Jadi ini bukan masalah benihnya, tapi ada di persoalan logistiknya, forwarding-nya. Kita ketahui benih lobster ini KKP baru saja membuka ruang ekspor, namun perkembangannya ternyata KPPU melihat ada potensi indikasi persaingan usaha tak sehat, di mana ada kegiatan yang membuat jasa pengiriman terkonsentrasi kepada pihak tertentu saja," kata Guntur dalam forum jurnalis KPPU secara virtual, Kamis (12/11/2020).

Menurut Guntur ekspor benih lobster dari seluruh Indonesia didominasi satu badan usaha jasa pengiriman logistik yang letaknya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Namun, karena sifatnya masih dugaan, Guntur mengaku belum bisa identitas perusahaan tersebut.

"Posisi monopoli tadi terendus pada pola kegiatan usaha yang tidak efisien, pintu masuk melakukan ekspor hanya di satu titik yaitu di Bandara Soekarno-Hatta, para eksportir hanya bisa ke situ," jelas Guntur.

Menyikapi pernyataan KPPU, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun buka suara. Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang UKM dan Dunia Usaha, Andreau Pribadi menegaskan pemerintah tidak pernah melakukan penunjukan khusus pada perusahaan logistik dalam rangka melakukan ekspor benih lobster.

"KKP tidak melakukan penunjukan perusahaan logistik," tegas Andreau kepada detikcom, Jumat (13/11/2020).

Andreau melanjutkan, semenjak aturan mengenai izin ekspor benih lobster dikeluarkan, sudah banyak perusahaan yang mengaku siap untuk melakukan proses pengiriman ekspor benih lobster ke luar negeri.

Perusahaan-perusahaan tersebut pun menurut Andreau juga siap untuk melakukan proses yang berhubungan dengan Karantina KKP. Hal itu dilakukan untuk mengontrol secara rinci jumlah benih lobster yang diekspor.

"Di awal Permen (Peraturan Menteri KKP) no 12 tahun 2020 dikeluarkan, terdapat beberapa perusahaan logistik yang memaparkan detail proses dan handling yang dapat di-cover oleh mereka di airport (bandara) termasuk proses pengeluaran yang berhubungan Karantina KKP," papar Andreau.

"Di mana ini wajib terkontrol secara detail jumlah yang akan diekspor," lanjutnya.

Menurut KKP, lokasi ekspor benih lobster bukan cuma di Jakarta seperti yang disebut KPPU. Berikut penjelasan KKP, langsung klik halaman selanjutnya.