Bangkit dari Resesi, Ekonomi Jepang Meroket 21,4% di Kuartal III

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 16 Nov 2020 08:21 WIB
Deretan Negara yang Kebijakan Ekonominya Keren dalam Hadapi Corona

Pandemi Corona membuat perekonomian di berbagai negara mengalami krisis global. Ada beberapa negara yang telah menerapkan strategi ekonominya dengan matang. Seperti Australia, Malaysia, Singapore dan Jepang.
Foto: Getty Images/Carl Court
Jakarta -

Ekonomi Jepang melonjak 21,4% pada kuartal III-2020. Lonjakan itu menjadi rekor pertumbuhan ekonomi setelah sebelumnya anjlok akibat pandemi COVID-19 dan mendorong Jepang keluar dari jurang resesi.

Dikutip dari Reuters, Senin (16/11/2020) data Kantor Kabinet Jepang atau Cabinet Office menunjukkan ekspansi produk domestik bruto (PDB) naik rata-rata 18,9%. Angka itu menjadi kenaikan pertama selama 4 kuartal dan setelah penurunan 28,8% ada periode April-Juni.

Secara triwulanan, ekonomi tumbuh 5,0% lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 4,4%. Angka pertumbuhan ekonomi ini membuktikan Jepang mulai bangkit dari resesi.

Konsumsi Jepang naik 4,7% pada Juli-September dari kuartal sebelumnya. Permintaan eksternal atau ekspor dikurangi impor menambahkan 2,9% ke pertumbuhan PDB. Pertumbuhan itu juga mendorong tingkat ekspor sebesar 7,0%.

Namun, tingkat belanja modal turun 3,4% menyusut dua kuartal berturut-turut. Hal ini menunjukkan pandemi COVID-19 masih membayangi ekonomi suatu negara.

Jepang telah mengumumkan dua paket stimulus senilai US$ 2,2 triliun. Bantuan ini diperuntukkan untuk rumah tangga dan pinjaman usaha kecil. Paket stimulus ini berdasarkan perintah dari Perdana Menteri Yoshihide Suga, yang mengingatkan pandemi COVID-19 masih akan memperburuk finansial masyarakatnya.

Meskipun ada beberapa tanda perbaikan dalam beberapa bulan terakhir, analis memperkirakan ekonomi Jepang akan menyusut 5,6% pada Maret 2021. Analis juga memperkirakan perlu waktu bertahun-tahun untuk kembali ke level sebelum COVID-19.

(fdl/fdl)