3 Fakta Tangan Dingin Jokowi Bereskan Perjanjian Dagang 15 Negara

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 16 Nov 2020 18:30 WIB
Presiden Jokowi saat berpidato dalam KTT ke-11 ASEAN-PBB, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (15/11/2020).
Foto: Presiden Jokowi saat berpidato dalam KTT ke-11 ASEAN-PBB. (Lukas-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Setelah 8 tahun dibahas, akhirnya Indonesia bersama 14 negara lain di ASEAN dan negara mitra akhirnya menyepakati perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Perjanjian dagang 15 negara ini telah melewati jalan panjang sebelum akhirnya disepakati hari ini, 15 November 2020. Bahkan India yang awalnya bergabung mundur dari kesepakatan dagang.

Rupanya ada tangan dingin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di balik rampungnya perjanjian dagang tersebut. Berikut fakta selengkapnya:

1. Pecahkan Pusat Masalah

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga membeberkan peran Presiden Joko Widodo (Jokowi) di balik golnya perjanjian dagang antarnegara ASEAN dan negara mitra lainnya.

"Saat menghadap Presiden, beliau mengetahui di titik-titik mana saja yang menjadi pusat masalah dari pending issues. Dengan begitu arahan beliau tepat sasaran. Saya yang diberi tugas untuk mengawal RCEP ini sangat berterima kasih atas pendampingan dan arahan presiden," kata dia melalui keterangan tertulis, Minggu (15/11/2020).