Miris, Duit Lansia Nyangkut di Indosterling Optima

Danang - detikFinance
Selasa, 17 Nov 2020 20:30 WIB
Ilustrasi uang tunai
Foto: Getty Images/iStockphoto/CraigRJD
Jakarta -

PT Indosterling Optima Investa (IOI) menambah daftar kasus gagal bayar investasi. Ironisnya, cukup banyak lansia yang uangnya nyangkut karena kasus gagal bayar tersebut.

Perkara ini merupakan gagal bayar untuk produk Indosterling High Yield Promissory Notes (HYPN). Produk investasi ini menjanjikan imbal hasil 9% hingga 12% setiap tahunnya.

Gagal bayar produk ini sebenarnya sudah masuk tahap PKPU dengan mekanisme pengembalian dana berjenjang 4-7 tahun. Namun sebagian nasabah khususnya yang lansia enggan mengikuti proses itu karena membutuhkan uang secepatnya untuk biaya berobat.

Salah satu lansia yang menjadi korban gagal bayar IOI ini adalah orangtua dari Ana (bukan nama sebenarnya). Ibunya mempercayakan uang Rp 600 juta tabungan untuk hari tua di HYPN.

Ana menceritakan, awalnya dia ditawarkan produk investasi itu oleh salah satu marketing IOI yang kebetulan dia juga sudah mengenalnya. Karena marketing itu menjamin aman dengan mengaku IOI sudah berizin OJK dan BI, akhirnya ibunya mempercayakan tabungan itu seluruhnya.

"Ini katanya ada pengawasan OJK jadi aman, juga ada bunga sama seperti deposito. Terus katanya udah lama produknya ya saya ikut saja," ujarnya kepada detikcom.

Ana menempatkan uang ibunya di HYPN pada November 2020. Dia mendapatkan bunga 10% dengan jangka waktu penempatan 6 bulan. Namun di April 2020 pada saat tanggal jatuh tempo ternyata HYPN gagal bayar.

"Saya ambil 6 bulan jatuh temponya April, tapi dia bilang nggak bisa diambil, dananya di-roll over lagi. Saya bilang saya perlu duitnya untuk berobat mamah saya," ucapnya.