Pendidikan Minim Nggak Perlu Minder Bisnis, Ini Tipsnya!

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2020 09:53 WIB
Young attractive asian woman owner startup business look at camera work happy with box at home prepare parcel delivery in sme supply chain, procurement, omnichannel or coronavirus quarantine concept.
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Chaay_Tee
Jakarta -

Gelar sarjana tidak menjamin seseorang akan mendapatkan nasib dan pekerjaan yang layak. Pada kenyataannya, ada orang bisa mencapai kesuksesan tanpa sekolah tinggi.

Hal itu dialami oleh Christopher Sebastian. Lulusan SMA itu sekarang menjadi Founder & CEO dari Makko Group yang memiliki empat lini bisnis besar. Sepanjang karirnya hingga menjadi pengusaha sukses seperti sekarang, dia mengaku tidak pernah melamar pekerjaan menggunakan ijazah.

"Kurang lebih tiga kali bekerja sebagai profesional itu juga nggak pernah ngelamar. Sampai sekarang juga saya nggak tahu ijazah SMA saya kemana, hilang semua, memang saya nggak pernah melamar pekerjaan," kata dia dalam program d'Mentor di detikcom, Selasa (17/11/2020).

Christopher mengaku mencari pekerjaan cukup dengan kerja keras sendiri dan imbal hasil berbuat baik kepada orang lain. Relasi yang baik antar teman juga menjadi kunci untuk bantu mendapat pekerjaan.

"Jadi saya berusaha keras saja, saya selama ini bergaul dengan orang, saya baik. Ibaratnya ada orang butuh bantuan apa saya bantu, saya nggak minta imbalan, otomatis mungkin pada saat itu banyak yang kasihan dengan saya disuruh apa-apa mau. Di tempat kerja itu juga saya jujur nggak neko-neko, akhirnya saya ditarik orang (untuk kerja)," imbuhnya.

Meski begitu, bukan berarti pendidikan dan ijazah tidak penting. Terlebih pengalaman organisasi, sebagai orang yang sudah sukses, Christopher menyebut itu sangat bermanfaat untuk membentuk kepribadian karakter.

"Saya baru ikut organisasi pada saat saya usaha ini. Cuma saya rasa penting sih organisasi, buat teman-teman yang masih belajar di sekolahnya penting tuh ikut organisasi untuk pembentukan karakter kita," tandasnya.

Keadaan lah yang terpaksa membuat Christopher tidak bisa menyelesaikan bangku kuliah karena jadi korban broken home sejak dia masih remaja, sampai terjerumus ke dunia hitam.

(eds/eds)