Anggaran Pemulihan Ekonomi Tahun Depan Rp 356 T, Ini Rinciannya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2020 11:40 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto: Dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) akan dilanjutkan di tahun 2021. Airlangga menyatakan 6 program pokok berupa kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, dukungan UKM, pembiayaan korporasi, dan pemulihan lewat sektoral kementerian lembaga akan diteruskan tahun depan.

Dalam bahan paparan Airlangga, dana PEN di tahun 2021 dianggarkan sebesar Rp 356,5 triliun, lebih kecil dari tahun ini yang mencapai Rp 695,2 triliun. Khusus untuk dana kesehatan Airlangga mengatakan jumlahnya ada Rp 25,4 triliun. Airlangga juga mengungkapkan akan ada dana khusus disiapkan untuk program vaksinasi di tahun depan.

"Kita lanjutkan 6 program pokok, di mana untuk kesehatan di 2021 dilanjutkan. Di mana dananya Rp 25,40 triliun. Tahun depan kita juga akan siapkan dana khusus untuk program vaksinasi," ujar Airlangga dalam webinar yang diadakan Kadin Indonesia, Rabu (18/11/2020).

Secara rinci dana PEN 2021 sebesar Rp 365,5 triliun akan diarahkan untuk kesehatan sebesar Rp 25,4 triliun, perlindungan sosial Rp 110,20 triliun, dan insentif usaha Rp 20,40 triliun.

Kemudian dukungan UMKM 28,80 triliun, pembiayaan korporasi Rp 14,90 triliun, pemulihan ekonomi lewat sektoral kementerian dan lembaga sebesar Rp 136,7 triliun. Airlangga juga menyatakan beberapa program stimulus ekonomi akan terus dilakukan, mulai dari program padat karya hingga kredit usaha rakyat (KUR).

"Kita lihat juga pemerintah dorong stimulasi ekonomi antara lain, program padat karya pertanian, perikanan bantuan Presiden produktif untuk UMKM. Ada juga subsidi bunga mikro dan kelancaran kredit KUR mikro," ujar Airlangga.



Simak Video "Realisasi Anggaran PEN Telah Capai 45,5%"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)