Pertamina Potong Impor BBM Lagi

Stok Berlimpah

Pertamina Potong Impor BBM Lagi

- detikFinance
Rabu, 25 Jan 2006 13:06 WIB
Jakarta - Pertamina kembali memangkas impor BBM untuk Februari dari rencana semula 7,6 juta barel menjadi 6,4 juta barel. Konsumsi BBM yang semakin turun membuat stoknya kini berlimpah.Juru bicara Pertamina, M Harun menjelaskan, pihaknya pada bulan Januari juga telah membatalkan impor kargo BBM jenis Premium sebesar 150 ribu barel. Pemangkasan impor tersebut menurut Harun terkait rendahnya tingkat konsumsi BBM di dalam negeri yang saat ini masih 15 persen di bawah target penjualan Daily of Take (DOT) Pertamina sebesar 175 ribu kilo liter (KL) per hari. Oleh karenanya, pada Februari, Pertamina kembali akan menurunkan target penjualan menjadi 166 ribu KL per hari. Sementara stok yang saat ini berlimpah hingga 27 hari akan diturunkan secara bertahap ke level optimal 20-22 hari. "Hal ini akan sangat membantu mengurangi cost of money yang timbul akibat tingginya stok dan sangat menguntungkan Pertamina karena dapat menghemat penggunaan dolar AS. Terlebih lagi dengan tingginya harga minyak mentah dunia yang kini hampir mencapai US$ 70/barrel," ujar Harun dalam penjelasan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (25/1/2006).Dari data Pertamina, konsumsi premium saat ini masih berada di level 40 ribu KL per hari atau 17,3% dibawah DOT, minyak solar sebesar 55 ribu KL per hari atau 23,6% dibawah DOT dan Minyak tanah di kisaran 33,9 ribu KL per hari. Realisasi penjualan ini nantinya menjadi dasar untuk menetapkan DOT pada periode selanjutnya. DOT terus mengalami penurunan sejak kenaikan BBM 1 Oktober 2005. Pada Oktober 2005 DOT mencapai 191 ribu KL per hari, dan kemudian turun menjadi 178,5 ribu KL per hari pada Desember 2005, pada Januari 2006 turun menjadi 175 ribu kilo liter (KL) per hari dan pada Februari 2006 kembali diturunkan menjadi 166 ribu KL per hari.Impor BBM Pertamina sempat memuncak mencapai 17 juta barel pada September 2005. Namun angka impor terus diturunkan menjadi 12 juta barel pada Desember 2005 dan 8,2 juta barel untuk realisasi pengiriman Januari 2006 dan kembali dipotong menjadi 6,4 juta barel untuk impor Februari 2006. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads