Erick Thohir Beri Sinyal untuk Rombak Direksi BUMN Lagi

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2020 16:30 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan sambutan sebelum menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Diplomasi Ekonomi untuk mendukung BUMN Go Global di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Kerja sama ini bertujuan memperkuat diplomasi ekonomi dalam mewujudkan visi BUMN Go Global yang diharapkan dapat meningkatkan nilai investasi BUMN di luar negeri dan mendorong performa ekspor Indonesia. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan sinyal untuk merombak direksi dan komisaris BUMN lagi. Perombakan ini dilakukan jika kinerja direksi dan komisaris dinilai tidak sesuai standar.

Erick mengatakan masing-masing posisi di manajemen perusahaan pelat merah ini memiliki perannya masing-masing. Nantinya kinerja tiap-tiap peran ini nanti akan dinilai oleh pihak yang berhubungan langsung dengan manajemen perusahaan.

"Mohon maaf kalau nanti jangan marah, apalagi kalau direksi tidak sesuai dengan KPI [key performance index]. Kalau komisaris dinilai oleh direksi mengenai keterlibatan komisaris. Komisaris dinilai oleh komisaris dan kementerian BUMN juga," kata Erick dikutip dari CNBCIndonesia, Selasa (17/11/2020).

Erick juga menegaskan jangan memprioritaskan kepentingan terlalu banyak yang menyebabkan transformasi kerja jadi gagal. Menurut Erick hal itu akan merugikan masyarakat luas.

"Jangan sampai prioritaskan, tadi, kepentingan terlalu banyak akhirnya transformasi gagal. Kalau gagal yang rugi bukan menterinya, bukan sebagian orangnya, tapi masyarakat yang jauh lebih luas. Jadi kita harus pastikan transformasi yang sudah ada di road map dipentingkan untuk hasil kepada masyarakat luas," jelasnya.

Dia juga mengungkap tahun depan BUMN akan mulai melakukan perbaikan job desk dan kultur perusahaan. Erick mengatakan posisi direksi dan komisaris akan menjadi prioritas untuk mendapatkan pendidikan yang akan diberikan dalam kelas-kelas.

"Jadi back to basic, perbaikan job desk dan kultur dan pembagian tugas direksi dan komisaris," ungkapnya.

(fdl/fdl)