RI Ekspor Water Meter Canggih Rp 28 Miliar ke AS

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 19 Nov 2020 13:35 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indonesia baru saja mengekspor produk berteknologi tinggi ke Amerika Serikat (AS). Produk tersebut ialah water meter yang memakai teknologi ultrasonic buatan PT Satnusa. Ini adalah pengukur ketinggian air dengan akurasi yang sangat tinggi, berbeda dengan pengukur analog dan digital biasa.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, ekspor ini menunjukkan Indonesia bisa membuat produk berteknologi tinggi yang punya nilai tambah tinggi. Saat ini Indonesia lebih banyak berperan sebagai assembler produk-produk elektronik dunia mulai dari Huawei hingga Blaupunk.

"Kita bangga dengan ekspor produk teknologi tinggi ini. Jadi, kita berproduksi bukan hanya untuk pasar dalam negeri tetapi juga untuk pasar dunia. Ke depan saya optimis kita bisa mengambil peran yang lebih signifikan dalam rantai global produk-produk teknologi. Kita bisa karena kita punya kemampuan dan sumber daya," kata Jerry dalam keterangan resminya, Kamis (19/11/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Satnusa Abidin Hasibuan mengatakan, produk tersebut menerapkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 30%. Ketentuan itu berlaku di sektor produk telepon (smartphone) dan komputer genggam (tablet). Jumlah water meter yang diekspor sebanyak 10.000 unit dengan nilai US$ 2 juta atau setara Rp

Kembali ke Jerry, ia berpendapat ketentuan TKDN harus diperluas ke produk-produk berteknologi tinggi lain, bukan terbatas hanya pada smartphone atau tablet. Sedangkan, ketentuan TKDN yang intensif ke depan menyangkut penerapan di elemen-elemen kunci seperti chipset, desain dan lain-lain.

"Dengan begitu, Indonesia bisa masuk ke inti pengembangan teknologi. Dari situ akan menggairahkan inovasi dan riset, juga perdagangan jasa dalam bidang pengembangan teknologi tadi. Tentu dari situ produk-produk barang Indonesia juga akan diperdagangkan di tingkat yang lebih tinggi, bukan hanya bahan mentan tetapi bahan baku atau bahkan bahan jadi," pungkas Jerry.

(zul/zul)