Tren Ekonomi RI Membaik, Airlangga Dorong Swasta Kembali Berinvestasi

Abu Ubaidillah - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2020 14:05 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers skenario pemulihan ekonomi terkait Corona. Skenario pemulihan ekonomi disiapkan hingga tahun depan.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menaruh perhatian pada tren pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, tren pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang membaik seharusnya membuat sektor swasta juga optimis.

"Dari segi ekonomi kita lihat pertumbuhan masuk tren positif dari minus 5,32% menjadi minus 3,49% di kuartal III. Kuartal III ini pemicunya sektor (belanja) pemerintah yang tumbuh 9,5%," ungkap Airlangga dalam keterangan tertulis, Jumat (20/11/2020).

Berdasarkan data tersebut, Airlangga berharap sektor swasta benar-benar bergerak kembali. Mereka harus berani menggelontorkan uangnya untuk berinvestasi. Selama ini ia melihat sektor swasta masih wait and see dalam melakukan investasi. Hal tersebut merupakan dampak dari pandemi virus Corona, namun di tengah perbaikan ekonomi oleh Pemerintah, ia berharap swasta kembali berinvestasi.

"Tentu kita menunggu dari sektor swasta dalam bentuk investasi," kata Airlangga lebih lanjut.

Dalam dua kuartal terakhir tahun 2020, sektor swasta dinilai memang menurun drastis. Ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada dua kuartal tersebut mengalami pertumbuhan negatif. Kuartal dua sempat minus 5,32% dan kuartal tiga minus 3,49%.

"Saya berharap kalau investasi (sektor swasta) meningkat, maka kuartal IV mungkin bisa membaik," tambah Airlangga lagi.

Adanya perbaikan pertumbuhan ekonomi dari kuartal kedua ke kuartal ketiga dinilai harus menjadi momen yang membawa optimisme dan angin segar bagi kalangan pengusaha swasta lantaran kondisi ekonomi Indonesia terus mengalami perbaikan signifikan.

Pemerintah juga akan terus mendorong sektor swasta dengan berbagai stimulus yang sudah dibuat oleh Pemerintah dalam program Penanganan Ekonomi Nasional (PEN), termasuk bansos yang diberikan untuk memperkuat daya beli.

"Tentu kita menunggu dari sektor swasta dalam bentuk investasi, sehingga kalau dalam bentuk investasi meningkat, maka kita yakin bahwa di kuartal IV akan lebih baik," kata Airlangga.

Di tahun 2021, berbagai lembaga sudah menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di zona positif. Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen dalam APBN 2021. Ini membuktikan ketahanan ekonomi nasional cukup baik dan diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan serta optimisme sektor swasta untuk kembali berinvestasi.



Simak Video "Airlangga ke Joe Biden: Berikan Ketenangan di Indo-Pasifik"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)