Tengok Lagi Teguran Keras Erick Thohir buat Telkom

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2020 20:30 WIB
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., (Telkom) menggelar peringatan 25 tahun initial public offering (IPO) dan mengeluarkan Perangko khusus dalam acara tersebut, Kamis (19/11/2020).
Menteri BUMN Erick Thohir/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir buka suara mengenai teguran keras yang ia layangkan pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Alasan teguran itu ia sampaikan pada saat perayaan IPO Telkom.

Erick memang beberapa kali menyinggung Telkom di awal tahun. Ia mengatakan, hal itu dilakukan untuk memacu kinerja perusahaan tersebut.

"Saya teringat awal tahun saya buat statement keras Telkom, tidak lain statement justru saya ingin mengajak, memacu, membangun Telkom kembali," kata Erick dalam perayaan IPO ke-25 Telkom Kamis (19/11/2020).

Erick mengatakan, COVID-19 telah banyak membuat model bisnis mengalami perubahan. Ia melihat, Telkom merupakan perusahaan besar dengan segala infrastrukturnya mampu mendorong perubahan.

Erick bercerita, saat menegur Telkom kapitalisasi pasar perusahaan turun. Namun, setelah diperbaiki kapitalisasi pasar mengalami kenaikan. Erick menekankan, pasar dan investor tidak bodoh. Menurutnya, pasar percaya perusahaan yang memiliki strategi jangka panjang dan beradaptasi pada perubahan.

"Terbukti hari ini dengan diskusi bersama karena saya tidak suka arahan, tapi diskusi bersama dan kemauan bersama jajaran pimpinan Telkom baru bergerak sedikit saja kapitalisasi pasar sudah Rp 317 triliun. Habis statement saya turun, tapi karena dibetulin naik lagi kok, tenang saja," ujarnya.

"Karena market tidak bodoh, investor itu tidak bodoh, investor itu percaya kepada perusahaan yang punya strategi jangka panjang, dan adaptasi atas perubahan itu terutama industri yang ada di Telkom," ungkapnya.

Erick mengatakan, dirinya tak berpuas diri. Erick ingin agar kapitalisasi pasar Telkom kembali ke Rp 450 triliun. Menurutnya, transformasi yang terjadi saat ini masih biasa saja.

"Harus bisa sama lagi kenapa? Transformasi yang diadakan Kementerian BUMN ini belum transformasi besar, kalau saya masih lihat sedang-sedang saja. Market sendiri bullish top 20 indeks BUMN dibandingkan LQ45 di mana LQ45 kalau tidak 10,77% 6 bulan terakhir impact-nya, indeks 20 perusahaan BUMN 19,37% artinya transformasi jajaran BUMN termasuk perusahaan BUMN sudah terlihat impact-nya di market," ujarnya.

Teguran Keras Erick di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2