Data Pribadi Marak Diperjualbelikan, Berapa Harganya?

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2020 19:15 WIB
Puluhan Ribu Data Pribadi Warga Australia Tersebar
Ilustrasi/Foto: Australia Plus ABC
Jakarta -

Kebocoran data pribadi terjadi bukan tanpa sebab. Data pribadinya yang kini marak diperjualbelikan itu terjadi karena ada upaya menarik untung di dalamnya.

Memangnya, berapa sih keuntungan yang bisa didapat dari aksi jual beli data pribadi tersebut? Apa bisa bikin tajir pelakunya?

Beberapa pengamat yang detikcom hubungi tak bisa memberi jawaban yang gamblang terkait harga data pribadi yang diperjualbelikan tersebut. Namun, mereka meyakini nilainya tidak mungkin murah, kalau tidak buat apa ada yang repot-repot mencuri dan menjual data pribadi tersebut.

"Itu sangat beragam ya harga sebuah data itu kan, tapi kan gini, data itu kalau dilihatnya per item data atau unstructure data itu ya murah mungkin, tapi kalau dikalikan dengan berapa puluh juta pengguna itu kan menjadi sangat-sangat besar," ujar Deputi Direktur Riset Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Institute for Policy Research and Advocacy/ELSAM) Wahyudi Djafar kepada detikcom, Jumat (20/11/2020).

Wahyudi mencontohkan misal yang diperjualbelikan itu adalah data NIK penduduk Indonesia. Di dalam 1 NIK saja, kata Wahyudi ada 31 item data, artinya ada banyak sekali informasi dari 1 NIK saja, kemudian dikalikan berapa banyak penduduk Indonesia yang memiliki NIK. Tentu nilainya akan sangat mahal sekali.

Lalu, untuk contoh kasus Muslim Pro pun demikian, misal Muslim Pro punya wewenang mengakses berbagai informasi dari 1 penggunanya saja, tentu tidak mungkin diganti dengan harga yang murah.

"Dalam kasus Muslim Pro, itu kan penggunanya kan sekitar 100 juta di seluruh dunia, tersebar di sekian ratus negara, ketika misalnya 1 pengguna memiliki apps itu, dan apa saja data yang apps itu bisa ambil dari pengguna tersebut, apakah termasuk lokasi, memory card, gallery-nya (foto dan video) itu dari satu ponsel pengguna, dikali berapa ratus juta tadi, tentu banyak sekali item data yang diambil, maka harganya bisa sangat-sangat mahal," paparnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3