Erick Thohir Pastikan Proses Vaksinasi Dilakukan Hati-Hati

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 21 Nov 2020 22:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir bahas kasus Asuransi Jiwasraya bersama Komisi VI DPR. Erick buka-bukaan soal penyelesaian sengkarut PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
Menteri BUMN Erick Thohir/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Erick Thohir memastikan bahwa proses vaksinasi akan dilakukan dengan sangat hati-hati. Proses itu akan dilakukan sesuai standar WHO demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tentu seperti stigma Bapak Presiden (Jokowi) bahwa vaksinasi yang akan dilakukan di Indonesia pasti melakukan proses yang sangat hati-hati sesuai dengan standar WHO," ujar Erick dalam acara LUSTRUM XII IKA ITS Innovation Challenge and Business Summit 2020, Sabtu (21/11/2020).

Ia pun optimistis proses vaksinasi bisa berjalan dengan baik. Kemudian, angka penularan dan angka kematian akibat COVID-19 bisa terus ditekan sampai semua aktivitas bisa kembali berjalan seperti biasanya.

"Keselamatan rakyat Indonesia jadi hal yang utama. Setelah itu tentu kalau kita bisa me-manage COVID-19 ini dengan baik, baru kita bicara tentunya ekonomi. Tidak bisa kebalik-balik," ucapnya.

Sejauh ini, menurut Erick, penanganan pandemi di Indonesia semakin hari sudah semakin baik. Buktinya, tingkat kesembuhan di Indonesia tercatat jauh lebih baik dari rata-rata negara lain. Meski begitu, ia mengakui bahwa tingkat kematian akibat COVID-19 juga masih tinggi.

"Tingkat kesembuhan kita dibandingkan tingkat kesembuhan dunia, kita jauh lebih baik. Memang ada hal yang sangat sensitif, yaitu tingkat daripada fatality atau kematian kita masih tinggi dibandingkan dunia," imbuhnya.

Oleh karena itu, pemerintah bakal terus bekerja keras lewat program Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh. Program Indonesia Sehat disebutnya jadi prioritas utama.

"Karena setiap hari tentu ada saja bapak yang kehilangan istrinya, anak yang kehilangan orang tuanya, dan tentu ini sesuatu yang sangat prihatin," tuturnya.

(ara/ara)