Tjahjo Kumolo Sebut Birokrasi Zaman Orde Baru Lebih Simpel

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 23 Nov 2020 13:15 WIB
Tjahjo Kumolo
Foto: Vadhia Lidyana
Jakarta -

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menyinggung visi misi pemerintahan presiden Joko Widodo (Jokowi) utamanya soal peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan reformasi birokrasi. Menurutnya, Jokowi cukup serius terhadap visi misinya tersebut, buktinya bisa dilihat dari kehadiran UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Beleid ini diyakini bisa semakin menyederhanakan birokrasi dan kemudian dapat mempercepat pelayanan terhadap masyarakat. Ia kemudian mengingatkan dampak penyederhanaan birokrasi terhadap kinerja pemerintahan di suatu era tertentu. Tjahjo mencontohkannya dengan sistem birokrasi era orde baru alias pada saat kepemimpinan Presiden Soeharto yang ia nilai begitu simpel.

"Saya mengingatkan kembali di era orde baru itu sistem pemerintahannya begitu simpel sekali tidak banyak orang yang mengambil keputusan, bisa bertahan Pak Harto sampai lebih daripada 32 tahun," ujar Tjahjo dalam acara webinar Forum Pembinaan Alumni Pelatihan Kepemimpinan Nasional, Senin (23/11/2020).

Saking sederhananya, sampai jabatan wakil presiden pun tidak difungsikan dengan baik, sebab semua keputusan ada di tangan Presiden saat itu.

Sedangkan pelaksanaanya saat itu, sambung Tjahjo hanya ada satu orang yaitu Darmono yang menjabat sebagai Menteri Sekretariat Negara yang juga merangkap menjadi Sekretaris Kabinet.

"Pelaksananya satu yaitu Mensesneg merangkap Seskab yaitu pak Darmono. Lebih ampuh lagi, pak Darmono merangkap ketua umum Golkar di mana jalur B dan jalur A nya menyatu dalam sebuah sistem politik untuk mempertahankan kekuasaan pada saat itu," sambungnya.