Simak! KSP Jawab Tudingan Rizal Ramli soal RI Pengemis Utang

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 23 Nov 2020 14:13 WIB
Donny Gahral.
Donny Gahral/Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Pihak Istana Kepresidenan angkat suara terkait tudingan yang dilontarkan ekonom senior Rizal Ramli soal cuitannya mengenai utang pemerintah. Dia bilang, bunga surat utang semakin mahal dan untuk membayar bunga harus menerbitkan utang baru.

Hal itu dibantah oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adia saat dihubungi detikcom, Senin (23/11/2020). Dia bilang, bunga surat utang saat ini menurun.

Bahkan, Donny menegaskan kebijakan pembiayaan utang diambil untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang saat ini terdampak hebat oleh pandemi COVID-19.

"Surat utang bunganya justru turun. Kedua, kebijakan utang bukan untuk bayar bunga utang tapi untuk pemulihan ekonomi nasional, itu pun masih proporsional," kata Donny.

Dengan kondisi seperti sekarang, Donny menegaskan, pemerintah bukan mengemis melainkan mengambil kebijakan pembiayaan utang dengan kalkulasi yang matang.

"Pemerintah berutang dengan penuh kalkulasi, tidak mengemis-ngemis," ungkap dia.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kementerian Keuangan, Rahayu Puspasari mengatakan imbal hasil atau yield dari surat berharga negara (SBN) 10 tahun terus menurun. Hal itu berbanding terbalik dengan yang disampaikan Rizal Ramli lewat akun Twitternya.

Berdasarkan data Bloomberg, Puspa menyebut yield SBN 10 tahun khusus rupiah mengalami penurunan sebesar minus 13,5%. Sementara yield SBN valas juga mengalami penurunan dengan persentase yang jauh lebih besar dibandingkan yield SBN rupiah sebesar -34,6% (year to date).

(hek/ara)