Sri Mulyani: Ekonomi RI Masih Minus 1,7-0,6% di 2020

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 23 Nov 2020 16:46 WIB
Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komite IV DPD. Dalam rapat tersebut, Sri Mulyani menjelaskan polemik desa fiktif di Sulawesi Tenggara.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020 berada di kisaran -1,7% sampai -0,6%.

"Pertumbuhan ekonomi, proyeksi Indonesia (sepanjang 2020) masih minus 1,7% hingga minus 0,6%" kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (23/11/2020).

Ia menjelaskan, ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 masih tercatat minus. Meski begitu, kata Sri Mulyani, ekonomi Indonesia mulai menunjukkan perbaikan.

"Pertumbuhan ekonomi kita alami pembalikan sesudah kontraksi dalam di kuartal II, dari minus 5,32% menjadi minus 3,49%" katanya.

Sri Mulyani menilai kondisi ini disebabkan oleh konsumsi pemerintah yang terus meningkat. Selain itu, investasi dalam negeri juga juga menjadi faktor pendorongnya.

"Ini karena konsumsi pemerintah kontributor utama, karena kita membelanjakan menjadi 9,8%. Investasi PMTB turning around, ekspor juga tidak sekuat, dan impor masih kendala kontraksi berkelanjutan dari kuartal II ke kuartal III," tuturnya.

(fdl/fdl)