2,6 Juta Orang Jadi Pengangguran Baru di RI Gara-gara COVID-19

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 23 Nov 2020 16:57 WIB
Kemiskinan masih jadi persoalan yang terus dicari solusinya di Jakarta. Ketidakpastian ekonomi global hingga korupsi turut berimbas pada kehidupan masyarakat.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pandemi Virus COVID-19 (Corona) belum usai. Sejak terjadi pandemi hingga sekarang, sekitar 2,6 juta orang Indonesia kehilangan pekerjaan alias jadi pengangguran.

"Jumlah angka pengangguran 2020 untuk Agustus dibandingkan 2019-2018. Jumlah pengangguran di pedesaan meningkat. perkotaan juga alami peningkatan lebih tinggi. Dari sisi total menjadi 9,77 juta, atau menjadi 7,07%," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual APBN KiTa, Senin (23/11/2020).

"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ini tambahan akibat COVID adalah 2,6 juta, tambahan angkatan kerja baru 2,36 juta, penurunan lapangan kerja yang diciptakan sebesar 0,31 juta. Jadi dalam hal ini kita melihat banyak masyarakat bergerak dari sektor formal tadinya 44,12% di 2019 menjadi 39,53% dan mereka sekarang bekerja di sektor informal, sehingga pekerja informal naik," tambahnya.

Sri Mulyani menambahkan, dari 29,12 juta yang terdampak, 2,56 juta orang merupakan pengangguran, kemudian 0,7 juta orang bukan angkatan kerja, 1,77 juta orang.

"Jadi ini akan pengaruhi tingkat kesejahteraan mereka, ini tantangan yang harus kita selesaikan, jadi kita harus waspada," ujarnya.



Simak Video "Respons Anies soal Tingkat Pengangguran Terbanyak di DKI"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)