Moeldoko Beberkan Curhat Jokowi Lihat Komen Protes di Medsos

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 23 Nov 2020 19:40 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko
Foto: Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. (Andhika-detikcom)
Jakarta -

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat curhat dalam menghadapi komplain dan protes masyarakat di media sosial.

Moeldoko bercerita Jokowi sempat curhat, pemerintah sudah habis-habisan melakukan pekerjaannya tapi masih juga dikomplain oleh masyarakat di media sosial.

"Soal komentar-komentar itu, Presiden saja pernah sampaikan begini, ini kita kok sudah habis-habisan kerja masih aja dikomplain," kata Moeldoko dalam webinar bersama Kartu Prakerja, Senin (23/11/2020).

Meski begitu, menurutnya hal itu memang tidak bisa dihindari. Apalagi di tengah kondisi perkembangan teknologi informasi seperti ini.

"Cuma ya begitu lah masyarakat kita ini, ratusan juta dengan perkembangan teknologi informasi. Kita nggak bisa hindari itu, meski kita sudah habis-habisan," ujar Moeldoko.

Pernyataan itu diungkapkan Moeldoko untuk merespons cerita dari Direktur Operasi PMO Kartu Prakerja Hengki Sihombing. Hengki bercerita, hingga kini banyak sekali peserta Kartu Prakerja yang melakukan kritik dan protes lewat media sosial.

Padahal, pihaknya sebetulnya sudah menyediakan banyak jalur resmi untuk melakukan pengaduan bila ada masalah.

"Kita ini sudah sediakan saluran resmi untuk lakukan pengaduan, ada live chat, email, ada call center juga. Cuma memang masih ada yang komplain di media sosial, di Instagram misalnya. Yang kita lihat juga memang masyarakat ini kalau komplain nggak lihat aturan dan etika," kata Hengki dalam kesempatan yang sama.

Dibanding mengadu lewat media sosial, Hengki menilai peserta akan lebih baik bila melakukan pengaduan masalah lewat jalur resmi yang disediakan Kartu Prakerja. Bahkan, aduan yang masuk dijamin akan diprioritaskan untuk diselesaikan dan diberikan solusi.

"Padahal kalau protes dan komplain di jalur resmi kita ya bisa lebih cepat, karena ini kan resmi kita akan prioritaskan keluhannya. Semisal pagi ada komplain, siang mungkin bisa kita follow up," ungkap Hengki.

(eds/eds)