Luhut Cerita Bertemu Trump di Gedung Putih hingga Oleh-oleh Rp 28 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2020 10:04 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump saat berkunjung ke Gedung Putih, pada Selasa (17/11/2020). Luhut mengaku menjadi utusan Presiden Joko Widodo untuk memberikan apresiasi atas dukungan Trump terhadap kerja sama RI dan AS selama ini.
Foto: Dok. White House AS

Dari komunikasi yang intens itu, dia mengatakan akhirnya AS meneken kesepakatan letter of interest alias LOI untuk investasi sebesar US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28,2 triliun (kurs Rp 14.100) untuk SWF Indonesia.

"Selama 2 tahun terakhir, saya intens berkomunikasi dengan Jared Kushner, menantu Presiden Trump dan rekannya Adam Boehler, CEO IDFC yang notabene mereka adalah tangan kanan Presiden Trump. Karena kedekatan itulah "LOI" investasi sebesar US$ 2 miliar dari IDFC kepada SWF Indonesia ditandatangani pada 19 November lalu. Ini adalah oleh-oleh yang besar karena keberadaan Amerika Serikat sebagai negara industri maju akan berpengaruh penting bagi perkembangan SWF di Tanah Air," kisah Luhut.

Tidak cuma pejabat Gedung Putih, Luhut mengatakan banyak sekali investor AS yang bertanya kepada rombongan yang dia pimpin di AS mengenai UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Selain pejabat Gedung Putih, banyak sekali Investor yang bertemu dengan rombongan kami untuk mengetahui perkembangan Indonesia hari ini, terlebih setelah disahkannya UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja," kata Luhut.

Dia juga mengatakan dirinya sempat menemui perwakilan IMF dan World Bank untuk membahas penanganan pemulihan Indonesia dari pandemi Corona.

"Saya juga bertemu dengan sahabat saya dari IMF dan World Bank untuk membahas penanganan pandemi COVID-19, pemulihan ekonomi nasional dan upaya Indonesia untuk menjaga dan memperbaiki kelestarian lingkungan hidup," ujar Luhut.

Luhut juga mengatakan hubungan baik dengan AS bisa diraih pemerintah Indonesia karena budaya adat ketimuran dan visi pemerintah yang dikagumi banyak negara. Dia menegaskan AS akan jadi mitra strategis Indonesia siapapun pemimpinnya.

"Berbagai respons baik saya terima selama kunjungan saya di sana adalah buah dari budaya dan adat ketimuran serta visi Presiden Joko Widodo yang sangat dikagumi oleh pemimpin negara manapun sehingga saya yakin Indonesia akan selalu menjadi mitra strategis bagi negara sahabat, tak terkecuali Amerika Serikat dalam ekonomi maupun geopolitik, siapapun pemimpinnya," kata Luhut.

"Saya berharap akan terus menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintahan AS berikutnya dan terbuka peluang kerjasama yang luas di berbagai bidang," tutupnya.


(ara/ara)