Mayoritas Pekerja Kantoran Ingin Sistem Kerja 4 Hari Diterapkan

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2020 10:52 WIB
Jumat (25/7) menjadi hari terakhir para pekerja kantoran sebelum libur Idul Fitri 2014. Meski belum masuk cuti bersama, namun aktifitas kantoran di Jakarta tampak menurun.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pandemi COVID-19 memaksa setiap orang untuk mengadopsi kebiasaan baru, salah satunya adalah kerja jarak jauh. Banyak pekerja kantoran mengharapkan perubahan di tempat kerja.

Melansir CNBC, Selasa (24/11/2020), menurut survei terbaru terhadap 2.033 pekerja kantor di seluruh dunia oleh perusahaan real estat komersial JLL, 74% pekerja kantoran mendukung kerja empat hari dalam seminggu.

Kepala produk JLL Cynthia Kantor mengatakan keinginan pekerja mengenai fleksibilitas yang lebih besar turut mempengaruhi desain tempat kerja selama beberapa tahun dari sekarang, seperti investasi yang lebih besar di ruang komunal sosial, membuat ruang fokus pribadi atau menyediakan lebih banyak sumber daya kesehatan (dari gym hingga ruang perawatan).

Dalam survei tersebut, 74% pekerja mendukung gagasan empat hari kerja seminggu, 8% melaporkan bahwa mereka sudah mendapatkan manfaat itu, dan 18% sisanya percaya bahwa pengaturan tersebut tidak menarik dan tidak mungkin terjadi bahkan dengan perubahan tempat kerja pasca pandemi.

Sementara itu, kerja dari rumah alias work from home (WFH) diprediksi akan berlanjut saat kantor dibuka kembali setelah pandemi COVID-19.

"Dengan eksperimen global besar tentang produktivitas dan semua orang yang bekerja dari rumah, kami masih dapat menjalankan bisnis," kata Kantor.

Mengenai hari kerja yang dipersingkat, dia menambahkan bahwa itu sudah lama dipraktikkan, setidaknya secara informal.

"Anda lihat dalam data bahwa jumlah orang di kantor pada hari Jumat jauh lebih sedikit. Itu kenyataan selama bertahun-tahun di banyak industri yang berbeda," sambungnya.

Dia merekomendasikan agar para pemimpin perusahaan juga mempertimbangkan kemampuan karyawan mereka untuk bekerja meskipun hidup di bawah tekanan pandemi global. Beberapa laporan menunjukkan bahwa para pekerja menghabiskan waktu lebih lama karena tantangan bekerja dari rumah selama ini.

"Ada cara produktif untuk mendukung karyawan yang tidak harus berpusat pada (waktu kerja) jam 9 sampai 5, Senin sampai Jumat. Bagaimana hal itu diformalkan dalam kebijakan atau menjadi norma masih belum terungkap. Tapi pasti ada dukungan untuk lingkungan kerja hybrid sebagai cara utama bekerja di sisi lain pandemi," paparnya.

Dan tenaga kerja Microsoft di Jepang mencatat lonjakan produktivitas hampir 40% setelah bereksperimen dengan empat hari kerja seminggu pada tahun 2019, sebagai bagian dari proyek yang lebih luas untuk mempromosikan keseimbangan kehidupan kerja yang lebih sehat.

"Pembelajaran utama di sini yang perlu dipertimbangkan oleh pemberi kerja adalah: ini bukan tentang kapan Anda bekerja, tetapi tentang apa yang Anda produksi," tambahnya.

(toy/eds)