Perusahaan Ini Sumbang Rp 1,6 T Lawan Rasisme dan Kelaparan di AS

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2020 11:02 WIB
kisah kelaparan
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Induk perusahaan sewa mobil Enterprise Rent-A-Car akan menyumbangkan US$ 120 juta atau setara Rp 1,69 triliun (kurs Rp 14.110) untuk memerangi rasisme dan kelaparan selama lima tahun ke depan.

Dikutip dari CNN, Selasa (24/11/2020) Enterprise Holdings Foundation mengatakan donasi itu bagian dari inisiatif Respect, Opportunity, Achievement and Diversity (ROAD Forward) yang dibuat perusahaan untuk mengatasi kesenjangan sosial dan rasial dalam perkembangan anak usia dini, kesehatan, kebugaran remaja, karir, dan di perguruan tinggi.

Langkah tersebut menjadikan Enterprise salah satu yang terbaru dalam daftar panjang perusahaan besar yang telah berinvestasi dalam perang melawan rasisme sejak pembunuhan polisi terhadap George Floyd.

Melalui ROAD Forward, Enterprise mengatakan akan memberikan masing-masing US$ 5 juta kepada Obama Foundation's My Brother's Keeper Alliance, United Negro College Fund, Girls Inc, dan organisasi pendidikan anak usia dini, Parents as Teachers,

Selain itu, sejumlah US$ 65 juta akan disumbangkan untuk amal yang memerangi kelaparan global. Selanjutnya, US$ 35 juta akan dialokasikan ke 70 tim operasi karyawan globalnya untuk organisasi amal dan aktivis lokal yang menangani masalah keadilan sosial dan ras di komunitas mereka.

Presiden Enterprise Holdings Foundation Carolyn Kindle Betz mengatakan program ROAD Forward dikembangkan sebagai tanggapan atas tragedi George Floyd, yang memicu kemarahan internasional, kerusuhan sosial selama berbulan-bulan di seluruh AS, dan perhitungan rasial yang sedang berlangsung di perusahaan AS.

"Kami ingin melakukan sesuatu yang tidak hanya berdampak, tetapi juga komitmen jangka panjang yang mendukung komunitas sebanyak mungkin," ujarnya

Direktur Eksekutif My Brother's Keeper Alliance Michael Smith mengatakan dana yang diterima dari Enterprise akan digunakan untuk mendanai program anti kekerasan dan bimbingan sehingga remaja minoritas yang kurang mampu dapat memiliki orang dewasa yang peduli dalam hidup mereka meski bukan orang tua mereka.

Kepala Divisi St. Louis di Girls Inc., Cheryl Jones mengatakan 95% dari 8.000 gadis yang didukung oleh cabang lokalnya adalah anak-anak minoritas yang biasanya melanjutkan ke perguruan tinggi dan bekerja di bidang di mana wanita minoritas tidak terwakili, termasuk sains, teknologi, teknik, dan matematika.

"Kami juga memberi mereka magang sehingga mereka tahu bahwa mereka dapat pergi ke mana pun di perusahaan Amerika dan mereka diterima," kata Jones.

Enterprise juga mengatakan sedang bekerja untuk meningkatkan keragaman di dalam jajarannya sendiri. Kepala keberagaman dan inklusi perusahaan, Chris Tabourne, menolak mengatakan berapa banyak anggota tim kepemimpinan eksekutif Enterprise yang berkulit hitam.

(eds/eds)