Orang Kaya Tahan Belanja saat Pandemi, Ini Sebabnya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2020 15:19 WIB
Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin.
Budi Gunadi Sadikin/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Wakil Menteri BUMN sekaligus Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan alasan banyak orang kaya menahan belanja.

Menurutnya, di tengah pandemi Corona yang belum surut melanda Indonesia, banyak orang kaya tidak mau keluar rumah. Alhasil mereka tidak banyak mengeluarkan uangnya untuk belanja.

"Golongan menengah ke atas spending-nya paling besar di negara ini, dan sebabkan demand clash karena mereka nggak mau keluar, sehingga pemakaian kartu kreditnya mungkin tinggal sepersepuluh saja," ujar Budi dalam webinar CEO Networking 2020, Selasa (24/11/2020).

Bahkan Budi mengakui, dirinya pun hanya sedikit berbelanja. Dia mengatakan, kini pemakaian kartu kredit miliknya cuma berkisar 10-20% dari biasanya.

"Kalau saya sih tinggal 10-20% saja dari biasanya (menggunakan kartu kredit). Karena kalau saya kan nggak pernah ke luar juga, nggak makan di restoran. Istri juga nggak nge-mal, nggak ngopi di luar, nggak arisan," ujar Budi.

Kurangnya kelas menengah atas untuk berbelanja menurutnya menimbulkan dampak kepada ekonomi yang melambat dan berujung pada krisis. Hal tersebut terjadi karena masih ada isu kesehatan yang dikhawatirkan oleh para kelas menengah atas.

"Nah ini yang bikin ekonomi nggak gerak, di fase apapun dia juga nggak akan keluar. Masalahnya itu takut isu kesehatan," kata Budi.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2