Realisasi Anggaran PEN Naik Rp 14 T dalam Dua Hari, Ini Datanya

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 25 Nov 2020 15:18 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) per hari ini sudah mencapai Rp 423,23 triliun dari total anggaran Rp 695,2 triliun. Realisasi itu naik Rp 14,62 triliun dari angka terakhir yakni Rp 408,61 triliun pada dua hari lalu, tepatnya Senin (23/11) yang diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KiTa edisi November 2020.

"Sampai dengan hari ini kita sudah berhasil mencairkan Rp 423,23 triliun atau 60,9% dari total pagu anggaran program PEN," ungkap Ketua Satgas PEN sekaligus Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual KPC-PEN, Rabu (25/11/2020).

Pemerintah juga merombak beberapa alokasi anggaran untuk beberapa sektor dalam program PEN. Perombakan itu terjadi pada sektor kesehatan yang pagu awal Rp 87,55 triliun, naik menjadi Rp 97,26 triliun.

Kemudian, sektor perlindungan sosial dari Rp 203,9 triliun, naik menjadi Rp 234,34 triliun. Sementara itu, pagu anggaran sektoral K/L dan Pemda yang semula Rp 106,11 triliun, turun menjadi Rp 65,97 triliun. Terakhir, perombakan juga terjadi di sektor UMKM yang pagu awalnya Rp 123,46 triliun, turun menjadi Rp 114,81 triliun.

"Kami melakukan sedikit realokasi dari anggaran PEN, untuk memberikan fokus yang lebih besar lagi kepada program perlindungan sosial yang meningkatkan menjadi Rp 234,33 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 203,90 triliun. Kami juga meningkatkan program di sektor kesehatan yang ditingkatkan menjadi Rp 97,26 triliun dari sebelumnya Rp 87,55 triliun. Kenaikan yang cukup besar di sektor kesehatan ini, dikarenakan rencana kita untuk melakukan program vaksinasi," papar Budi.

Adapun realisasi per sektor dalam program PEN per hari ini, untuk kesehatan sudah terealisasi Rp 39,69 triliun atau 40,81% dari alokasi anggaran yang baru tersebut. Kemudian, perlindungan sosial sudah terealisasi Rp 203,6 triliun atau 86,88% dari pagu Rp 234,34 triliun. Lalu, insentif usaha sudah terealisasi Rp 44,82 triliun atau 37,16% dari pagu Rp 120,61 triliun.

"Untuk sektor UMKM Rp 97,05 triliun atau 84,53% dari pagu anggaran, untuk sektoral K/L dan Pemda sudah disalurkan Rp 36,06 triliun atau 54,66% dari anggaran, sedangkan sektor pembiayaan korporasi sudah disalurkan Rp 2 triliun atau 3,22% dari anggaran," pungkas Budi.

(ara/ara)