Libur Panjang Akhir Tahun Mau Dipangkas, Ini Kata Pengusaha Ritel

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 25 Nov 2020 17:15 WIB
Para pembeli memilih barang di gerai Carrefour Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (28/07/2013). Pemilik brand ritel modern Carrefour, PT Trans Retail Indonesia, menyatakan bahwa kebanjiran permintaan aneka produk. File/DetikFoto.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Peritel angkat suara terkait rencana pemerintah yang mau memangkas libur panjang akhir tahun. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Roy Mande, dipangkas tidaknya libur panjang akhir tahun tak bakal banyak berpengaruh pada aktivitas konsumsi masyarakat.

"Berbelanja itu adalah sesuatu yang sifatnya kebutuhan, jadi ketika pengurangan hari libur selagi kebutuhan masyarakat harus dipenuhi maka mereka akan tetap berbelanja," ujar Roy ditemui usai membuka acara Pembukaan Hari Ritel Nasional 2020 dengan tema Optimizing National Market for Global Experience di Lotte Mall Kemang Village, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Ia bahkan optimis kegiatan berbelanja menjelang akhir tahun ini bakal terus meningkat apalagi bila dibarengi dengan sosialisasi tentang betapa amannya berbelanja di mal dan ritel seperti yang dilakukan baru-baru ini lewat Hari Ritel Nasional. Bazaar Hari Ritel Nasional ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk berani berbelanja ke mal dan ritel yang ada di dalamnya.

"Dengan adanya berbagai program yang memberi keyakinan kepada masyarakat bahwa belanja di mal dan ritel adalah aman, karena ada protokol yang jelas, yang ketat, maka ini diharapkan dapat meningkatkan frekuensi kunjungan masyarakat ke mal dan ritel walaupun liburnya berkurang. Karena kunjungan daripada masyarakat itu, itu yang sangat diperlukan untuk mereka dapat berbelanja dan dapat konsumsi dengan aman dan nyaman," tuturnya.

Menurutnya, sepanjang kuartal IV-2020 ini kegiatan berbelanja di ritel akan mengalami peningkatan, sebab berita terkait kemunculan vaksin COVID-19 dalam waktu dekat ini membuat masyrakat lebih yakin untuk keluar rumah. Di tambah ada perayaan Natal di akhir tahun yang biasanya jadi momen kumpul-kumpul keluarga di mal dan lain sebagainya.

"Kita berharap kuartal IV-2020 mulai ada peningkatan karena sudah mulai dari ada keyakinan adanya vaksin (COVID-19) yang segera akan diluncurkan, kemudian adanya momentum hari besar keagamaan, dan sekaligus kita ketahui bahwa pemerintah terus mendukung pemulihan ekonomi nasional," timpalnya.

Roy mengimbau masyarakat terutama golongan menengah ke atas alias orang tajir RI untuk mulai memberanikan diri keluar berbelanja ke mal dan ritel dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Tujuannya agar ekonomi RI bisa tumbuh lagi seperti sebelum adanya pandemi COVID-19.

"Jadi golongan menengah ke atas diharapkan dapat berbelanja kembali dengan aman, karena ekonomi harus bergerak, dan ekonomi Indonesia sendiri didukung oleh konsumsi rumah tangga ketika masyarakat berbelanja ini akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

(dna/dna)