Jonan Bicara soal Bisnis yang Bakal Cuan Pasca Corona, Apa Saja?

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 26 Nov 2020 12:02 WIB
Ignasius Jonan Punya Mobil Esemka
Foto: Instagram @ignasius.jonan
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) menyebabkan banyak perubahan di bidang bisnis. Di sisi lain, ada peluang bisnis baru yang menjanjikan di masa depan.

Hal itu dikatakan oleh mantan Menteri ESDM sekaligus mantan Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan. Menurutnya, ada lima bisnis yang menjanjikan di masa depan dan akan menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia, setidaknya dalam 10 tahun mendatang.

Sektor bisnis pertama yang diramal akan besar di masa depan yakni bisnis energi terbarukan (renewable energy). Seperti energi yang bersumber dari tenaga angin, tenaga listrik dari matahari, biomassa, hingga pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

"Renewable energy menurut saya it is mandatory, mau dihitung kayak apapun it is beyond economy calculation. Ini harus duduk bicara mau beresinnya gimana," kata Jonan dalam webinar yang diselenggarakan Infobank, Kamis (26/11/2020).

Sektor kedua yang akan cuan di masa depan yakni bisnis mobil listrik. Adanya mobil listrik ke depan dinilai akan besar karena perannya untuk mengurangi polusi udara di Indonesia. "Electric cars apakah teknologinya hidrogen, atau baterai lithium, atau apapun we must go," sebutnya.

Bisnis ketiga yang bisa digeluti selanjutnya yakni bisnis online. Menjamurnya belanja online karena terbatasnya ruang gerak manusia akibat pembatasan sosial, bisnis ini diyakini akan menjadi tren yang terus berlanjut ke depan.

"Online business it will impact the whole property platform. Apakah itu mal, apakah properti atau gedung perkantoran, atau perumahan dan sebagainya," tuturnya.

Keempat, yang menarik di masa depan yaitu bisnis yang menyangkut lingkungan hidup atau yang lebih ramah lingkungan (eco friendly). "Whole economy forum UE sudah push penanaman satu triliun pohon seluruh dunia dalam 5 tahun. Kita apa? Mungkin perbaiki lingkungan dan sebagainya," jelasnya.

Kelima atau terakhir, bisnis yang diramal akan besar yaitu bisnis yang menghasilkan kecerdasan buatan (artificial intelligence), seperti membuat robot, hingga alat canggih lainnya yang bisa bekerja seperti peranan manusia.

"Itu artificial intelligence yang menciptakan banyak robot, robotic activity yang banyak menggantikan peranan manusia. Kalau ini datang, negara kita harus memikirkan manusia kita ini mau di didik bentuknya kayak apalagi ke depan. Mungkin kalau duta besar nggak bisa pakai robot, tapi banyak kegiatan bisa pakai robot," tandasnya.

(zlf/zlf)