Jelang Black Friday, Pusat Perbelanjaan di Jepang hingga AS Tutup

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 26 Nov 2020 12:48 WIB
Black Friday: Mengapa hari belanja diskon besar dinamakan Jumat hitam?
Ilustrasi/Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang masih membayangi dunia dan banyak konsumen masih waspada untuk mengunjungi toko. Pembatasan perjalanan juga akan memangkas jumlah turis kaya akan berbelanja pada Black Friday, atau sehari setelah Thanksgiving tepatnya Jumat 27 November.

Namun, pusat belanja di Tokyo, Jepang hingga New York, Amerika Serikat (AS) masih banyak yang tutup akibat lonjakan kasus. Meski sebagian toko meyakini untuk menjaga jarak sosial jika toko diizinkan dibuka.

Dikutip dari SCMP, Kamis (26/11/2020) seperti pusat belanja di Bond Street, London diketahui jumlah konsumen di sana anjlok sebab pusat belanja itu sangat bergantung dengan belanja turis kaya dan pekerja kantoran di sekitar London.

Direktur asosiasi Bond Street dan Mayfair, New West End, Katie Thomas mengatakan jumlah pembeli dan pengunjung makin menurun saat lockdown bulan ini. Toko-toko mulai dari merek mewah Cartier hingga Chanel saat ini masih tutup dan diizinkan kembali dibuka pada 3 Desember 2020.

Di tempat berbeda, melonjaknya kasus COVID-19 telah menyebabkan Prancis melakukan lockdown untuk kedua kalinya. Hal itu memaksa toko di pusat belanja Black Friday Champs-Elysées ditutup pada 30 Oktober.

Sebelum mengalami penurunan akibat COVID-19, Champs-Elysées telah menghadapi pergolakan selama beberapa tahun, termasuk serangan teror, pemogokan, kerusuhan setelah pertandingan sepak bola, dan kekerasan selama protes anti pemerintah baru-baru ini. Lockdown kedua kali ini akan menyebabkan sejumlah toko makin terpuruk.

Selanjutnya
Halaman
1 2