Setelah Natal, Pengangguran di AS Tak Lagi 'Digaji' Pemerintah

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 26 Nov 2020 20:45 WIB
poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Program bantuan untuk pengangguran di Amerika Serikat (AS) akan berakhir setelah perayaan hari Natal. Padahal menurut data Labor Department jumlah warga AS yang menerima bantuan ini terus meningkat sejak awal November lalu.

Melansir Reuster, Kamis (26/11/2020), jutaan keluarga di AS akan mengalami penurunan tajam pendapatan di tengah musim liburan Natal dan tahun baru. Mereka akan kesulitan untuk membayar sewa hunian, membeli makan dan kebutuhan lainnya.

Pada 7 November, tercatat total 13,7 juta orang menerima tunjangan pengangguran melalui program darurat. Angka itu naik dari posisi 31 Oktober yakni 13,1 juta orang. Sementara program ini akan berakhir pada 26 Desember 2020.

Padahal mungkin banyak warga AS masih belum menemukan pekerja setelah program tunjangan itu berakhir. Dengan meningkatnya kembali kasus COVID-19 menekan lowongan pekerjaan yang biasanya banyak di masa liburan.

Kondisi ini tentu akan semakin menekan pemulihan ekonomi AS. Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan pun semakin bertambah.

Jumlah orang yang mengklaim tunjangan pengangguran untuk pertama kalinya meningkat minggu lalu dalam minggu kedua berturut-turut.

Ada dua program yang dijalankan pemerintah AS untuk memberikan tunjangan pada warganya yang menganggur. Pertama Pandemic Unemployment Assistance (PUA). Total penerimanya mencapai 9,1 juta orang.

Kedua program Pandemic Emergency Unemployment Compensation (PEUC). Total penerimanya mencapai 4,5 juta orang.

Kedua program tersebut berakhir pada 26 Desember. Kongres belum dapat menyetujui perpanjangan program ini.

(das/dna)